Korban Hercules meninggalkan istri hamil 7 bulan

Henry W
Korban Hercules meninggalkan istri hamil 7 bulan
Sebelum meninggal, Bayu sempat memberikan kejutan pada keluarga dengan mendadak mengunjungi orang tuanya dan tinggal selama seminggu.

 

JAKARTA, Indonesia — Lima orang petugas sibuk memasang tenda berwarna merah. Sungkup itu merupakan tambahan dari bangunan serupa yang berada di depan rumah yang terletak di Jalan Tupolev, Komplek Skadron, Perumahan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Di bawah tenda itu terdapat deretan kursi. Dan di sekelilingnya ada karangan bunga yang bertuliskan turut berduka cita atas kepergian Letnan Dua Bayu Perdana.

Menurut Danur Sri, tante Bayu, ditambahkannya tenda itu dipersiapkan untuk para pelayat yang mengunjungi rumah duka pria berumur 27 tahun itu. 

“Kemarin malam, banyak yang baca yasinan dan sampai tidak dapat tempat duduk,” katanya kepada Rappler.

Bayu, merupakan salah satu penumpang yang berada di pesawat Hercules C-130B milik TNI Angkatan Udara dengan nomor penerbangan A-1310. Pesawat itu jatuh pada Selasa siang, 30 Juni 2015 dan menimpa pemukiman warga di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara.

Ibu Bayu, Ray Danur Sri Rahayu, menuturkan saat itu putera pertamanya menumpang pesawat Hercules dari Jakarta untuk kembali ke tempat dinasnya di Lapangan Udara Ranai, Natuna, Kepulauan Riau. Untuk sampai Ranai, kata dia, Bayu pesawat harus singgah terlebih dahulu di Medan.

Sri masih mengingat, sebelum kepergian Bayu, anaknya itu datang ke Jakarta dengan memberi kejutan. “Dia tiba-tiba datang, tanpa memberitahu keluarga,” kata dia sambil terisak di kursi ruang tamu rumahnya.

Menurut Sri, ada dua tujuan Bayu datang ke Jakarta. Yakni, untuk menjenguk ayahnya, Mayor Ubaidillah yang dirawat di Rumah Sakit Angkatan Udara karena sakit jantung dan maag serta mengikuti tes bahasa inggris di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. 

“Hampir satu pekan di rumah, kembali ke tempat kerjanya,” katanya.

Selain meninggalkan keluarga, kata Sri, Bayu yang baru menikah pada November 2014 itu meninggalkan isterinya, Silvie. Menurut Sri, Silvie saat ini sedang mengandung cucu pertamanya dengan usia 7 bulan kandungan.

Silvie, ucap Sri, belum berada di Jakarta. Karena saat ini wanita asli dari Bogor itu berada di perjalanan dari Ranai menuju Jakarta.

Ubaidillah mengatakan, sejak pesawat Hercules jatuh, keluarga belum dapat kepastian ihwal jenazah Bayu. Namun, siang tadi keluarga mengirim Reza, adik Bayu, untuk mencari jenazah sang kakak.

Hasilnya, kata Ubaidillah, Reza menemukan kalung marinir yang bertuliskan nama Bayu. 

“Kalau jenazah sudah sulit dikenali,” katanya.

Keluarga masih menunggu proses pemulangan jenazah. Menurut Ubaidillah, pihaknnya meminta jenazah Bayu dimandikan dan dikafankan di sana. Jika sudah tiba, jenazah akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Raudhatul Jannah, Ulujami, Bintaro, Jakarta Selatan. — Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.