Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Agnez Mo pada ‘haters’: I love you and I forgive you

JAKARTA, Indonesia — Agnez Mo angkat bicara soal busana kontroversial bertuliskan bahasa Arab yang ia kenakan saat tampil di televisi beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Agnez dikecam di media sosial karena mengenakan pakaian berwarna hitam transparan yang di bagian bawahnya tertulis “Al-Muttahidah”. Netizen mengatakan bahwa dengan memakai kostum itu, Agnez telah melecehkan umat Muslim.

Melalui Twitter, Agnez yang sebelumnya dikenal sebagai Agnes Monica pun me-retweet cuitan penggemarnya yang mengonfirmasi bahwa Al-Muttahidah berarti “United” atau “Bersatu”.

Ia kemudian meng-upload foto dirinya dengan tulisan “United. #Agnezmo”.

Ia juga sempat me-retweet kembali tweets yang mendukung pilihannya mengenakan busana saat tampil di konser perayaan ulang tahun stasiun TV Indonesia pada Senin malam, 11 Januari.

Namun tak lama berselang, pelantun Coke Bottle itu tampak menyadari “kebodohannya” ikut terlibat dalam perang di dunia maya.

Mantan bintang cilik itu mengaku bahwa dirinya mengaku khilaf karena telah terbawa suasana dalam debat yang menurutnya konyol.

—Rappler.com

BACA JUGA: