Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Menpora Imam Nahrawi mengaku akun Twitternya dibajak staf Kemenpora

BANDUNG, Indonesia - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi membantah telah mengunggah cuitan yang bernada provokatif mengenai penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX. Menurut Imam, cuitan mengenai PON tersebut bukan dia yang menulis. Imam mengaku akun Twitternya @imam_nahrawi dibajak.

“(Akun Twitter) dihack. Sudah saya pecat orang (yang membajak),” ujar Imam kepada wartawan di Media Center Utama PB PON XIX/2016 Jawa Barat pada Jumat, 23 September.

CUITAN IMAM NAHRAWI. Cuitan yang diunggah ke akun Twitter Imam Nahrawi pada tanggal 20 September. Isi cuitan bernada provokatif itu menimbulkan kritik luas dari publik. Namun, cuitan tersebut sudah dihapus. Foto dari screen grab dari akun Twitter @imam_nahrawi

CUITAN IMAM NAHRAWI. Cuitan yang diunggah ke akun Twitter Imam Nahrawi pada tanggal 20 September. Isi cuitan bernada provokatif itu menimbulkan kritik luas dari publik. Namun, cuitan tersebut sudah dihapus.

Foto dari screen grab dari akun Twitter @imam_nahrawi

Dia menyebut orang yang sesungguhnya menulis komentar itu di akun Twitternya adalah staf media di Kemenpora. Politisi PKB itu bahkan mengaku tidak tahu jika melalui akun Twitternya terdapat cuitan bernada provokatif. Saat komentar itu diunggah, dia mengaku seharian sibuk rapat di Istana dengan Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

“Seharian saya rapat di Istana. Baru malam hari saya tahu. Bagaimana komentar netizen yang luar biasa itu. Makanya, tadi malam saya putuskan untuk mencari siapa orangnya dan saya pecat,” tutur Imam.

Sementara, terkait dengan permasalahan yang terjadi selama penyelenggaraan PON di Jabar, Imam mengatakan pihaknya akan mengevaluasi semua temuan fakta di lapangan.

“Pada Jumat pagi kami datang ke Bandung untuk memperbaiki semua. Kami memperbaiki komunikasi antara PB PON, KONI dan cabor (cabang olahraga),” katanya memberi penjelasan.

Yang dia lakukan, kata Imam, sesuai dengan instruksi Presiden agar PON terus dipantau. Jokowi meminta agar semua atlet yang menghadiri PON senang, gembira dan pulang ke daerah masing-masing dengan membawa kenangan.

PON Jabar berjalan lancar

Kendati diselimuti kericuhan dan permasalahan yang ada, tetapi Imam menilai penyelenggaraan PON berjalan lancar.

“Kami evaluasi (setiap catatan yang ada) setiap harinya dan evaluasi itu kami jadikan rujukan untuk keesokan harinya dan bahkan hingga akhir penyelenggaraan,” ujar Imam.

Jika diharuskan memberikan penilaian antara 1-10, maka Imam memberi nilai 7 pada penyelenggaraan PON Jabar.

“Itu (penyelenggaraan) hari ini ya. Besok lusa belum, karena kami masih memiliki 10 hari lagi yang tersisa,” kata dia.

Imam berpendapat permasalahan yang menyelimuti PON dan menjadi sorotan Kemenpora sebenarnya berpangkal pada koordinasi. Jika semua pihak bertanggung jawab terhadap tupoksi masing-masing, kata Imam, maka tidak akan terjadi permasalahan.

Seperti contohnya mengenai urusan wasit yang dianggap berpihak ke tuan rumah, menurut Imam, itu bukan kewenangan di PB PON, melainkan KONI.

“PB PON hanya sebagai penyelenggara. Wasit yang disoroti menjadi koordinasi dari KONI dan cabang olahraga masing-masing,” katanya.

Kemenpora akan mengevaluasi pengurus besar setiap cabang olahraga. Imam turut meminta kepada KONI sebagai perpanjangan tangan pemerintah dan tempat berkumpulnya cabor untuk berperan aktif mengevaluasi dan berkoordinasi.

“Jangan lempar handuk, seakan-akan semua menjadi tanggung jawab PB PON. Padahal, sudah ada tupoksi masing-masing yang harus diperankan. Di sinilah bagaimana letak strategis KONI untuk diperankan. Ada wasit yang mengeluh siapa yang merekrut, di situ harus dilihat kualifikasinya dan diberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang melanggar,” kata dia. - Rappler.com