Polisi temukan aliran dana ISIS ke Indonesia

JAKARTA, Indonesia - Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan usai terjadi aksi teror di Jalan M.H Thamrin pada Kamis, 14 Januari, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 berhasil melakukan penangkapan terhadap 12 orang terduga teroris. Mereka ditangkap dari beberapa daerah antara lain Jawa Barat, Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

"Barang bukti yang disita dari orang-orang tersebut yakni sembilan pucuk senapan api laras pendek, enam buah magasin, lima buah telepon seluler dan satu unit sepeda motor," ujar Badrodin ketika memberikan keterangan pers di Mabes Polri pada Sabtu, 16 Januari.

Badrodin mengaku tidak bisa mengungkap nama-nama atau inisial terduga teroris yang telah ditangkap. Hal tersebut kata Jenderal bintang empat itu masih dalam taraf pengembangan.

"Kami memiliki waktu satu pekan untuk membuktikan peran dan dalam aksi teror yang terjadi di Jalan Thamrin pada Kamis kemarin," Badrodin menambahkan.

Aliran dana ISIS

Menurut Badrodin, salah satu dari 12 terduga teroris yang mereka tangkap telah menerima aliran dana dari kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Pengiriman dana dari Suriah itu tidak dilakukan dengan cara transfer, namun menggunakan jasa perusahaan barang, Western Union.

Badrodin enggan mengungkap nama penerima dana tersebut. Tetapi, transfer dana dikirim beberapa termin pada 2015 yang lalu dengan jumlah bervariasi yakni antara Rp40 juta hingga Rp50 juta.

"Yang jelas sebagian besar dana itu dikirimkan untuk aksi-aksi teror. Tetapi, apakah dana itu juga untuk membiayai teror kemarin, kami masih membutuhkan pembuktian," kata Badrodin.

Dalam serangan teror hari Kamis telah menyebabkan 33 orang menjadi korban. Tujuh di antaranya diketahui tewas dan 26 orang terluka. Sebanyak empat orang yang tewas dipastikan adalah pelaku teror.

Polisi masih menyelidiki satu jenazah lagi untuk menentukan apakah dia korban atau termasuk pelaku. - Rappler.com

BACA JUGA: