Berita hari ini: Selasa, 1 November

Rappler.com
Rangkuman berita yang tidak boleh Anda lewatkan

Halo pembaca Rappler,

Pantau terus laman ini untuk memperbarui berita terbaru pilihan redaksi Rappler Indonesia pada Selasa, 1 November 2016.

Tim Saber Pungli tangkap Direktur Pelindo III

Satgas Dwelling Time Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya bersama Tim Saber Pungli Mabes Polri serta Polda Jatim menggeledah ruang kerja Direktur Operasional dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo III RS, di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (1/11). Foto oleh ANTARA

Tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Bareskrim Polri menangkap Direktur Pelindo III berinisial RS dalam operasi tangkap tangan di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia III, Selasa sore. 

“Sekarang masih dalam pemeriksaan,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Takdir Mattanete kepada wartawan, Selasa 1 November 2016.

Penangkapan ini berawal dari operasi tangkap tangan Direktur PT Akara Multi Karya berinisial AH sepekan lalu. AH ditangkap saat sedang meminta pungutan kepada importir. Baca berita selengkapnya di sini.

Setelah temui Wiranto, SBY datangi Wakil Presiden Jusuf Kalla

Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyoni di kediamannya di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa malam (1/11). Foto istimewa

Setelah menemui Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung mengunjungi Wakil Presiden Jusuf Kalla.

SBY tiba di kediaman Jusuf Kalla di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, pada Selasa malam sekitar pukul 19.53 WIB. SBY langsung disambut oleh Jusuf Kalla. Pertemuan keduanya berlangsung tertutup.

Namun menurut informasi, keduanya antara lain membahas isu-isu politik terkini, termasuk soal demonstrasi besar-besaran di Jakarta pada tanggal 4 November 2016 mendatang. Baca berita selengkapnya di sini.

Polisi bidik akun media sosial penyebar berita hoax

Personel kepolisian mengikuti gelar pasukan kesiapan pengamanan pada apel Operasi Mantap Praja Rencong di lapangan Hiraq, Lhokseumawe, Aceh, Rabu (26/10). Foto oleh Rahmad/ANTARA

Kepala bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Awi Setiyono mengatakan pihaknya akan terus mematau akun-akun media sosial penyebar informasi hoax dan kebencian di media sosial.

“Akan kita pantau terus karena tidak semudah membalikkan telapak tangan,” kata Kombes (Pol) Awi Setiyono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa 1 November 2016.

Saat ini, Awi melanjutkan, sudah ada puluhan akun media sosial yang dipantau dan sudah diketahui pemiliknya. Namun pihaknya masih terus melakukan pendalaman. Baca berita selengkapnya di sini.

Terdakwa kasus bom Thamrin dituntut 6 tahun

Tim Gegana Polri melakukan penyisiran di lokasi ledakan di pos polisi di Sarinah Thamrin Jakarta, Kamis 14 Januari 2016. Foto oleh Muhammad Adimaja/ANTARA

Terdakwa kasus bom Thamrin Fahrudin alias Abu Zaid dituntut enam tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Jakarta Barat, Selasa 1 November 2016.

Jaksa Penuntut Umum saat membacakan tuntutan menilai Fahrudin terbukti bersalah melanggar Pasal 15 juncto Pasal 6 Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Tindak Pidana Pemberantasan Terorisme.

“Menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan pidana penjara 6 tahun, dikurangi hukuman yang sudah dijalani terdakwa,” kata Jaksa Penuntut Umum. Baca berita selengkapnya di sini.

SBY mendadak temui Wiranto

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono didampingi mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Syamsir Siregar dan mantan Menko Polhukam Djoko Suyanto (kiri) dalam jumpa pers tentang tindak lanjut hasil temuan Tim Pencari Fakta (TPF) Munir, di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/10). Foto oleh Risky Andrianto/ANTARA

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menemui Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di Kantor Menko Polhukam, Selasa siang.

SBY yang datang mengenakan kemeja batik coklat tiba pukul 12.15 WIB. Ia langsung disambut Wiranto yang baru saja tiba dari Istana setelah menemani Presiden Joko Widodo menemui sejumlah ulama.

“Mohon maaf saya terlalu cepat seperempat jam,” kata SBY. Wiranto tak mempermasalahkan. Keduanya kemudian masuk ke dalam gedung. Belum diketahui apa agenda kedatangan SBY ini terkait dengan dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) kasus kematian aktivis HAM Munir atau tidak. Baca berita selengkapnya di sini.

Pengunjuk rasa 4 November belum mengantongi izin Kepolisian

Sejumlah umat Islam dari Forum Umat Islam (FUI) Sulawesi Tengah meneriakkan yel yel saat berunjuk rasa di depan kantor Polda Sulawesi Tengah di Palu, Jumat (21/10). Foto oleh Basri Marzuki/ANTARA

JAKARTA, Indonesia – Ribuan orang dari berbagai ormas Islam dikabarkan akan menggelar unjuk rasa menuntut Gubernur Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama diproses secara hukum karena dianggap menistakan ayat suci pada Jumat, 4 November, mendatang.

Namun sampai Selasa siang ini, belum ada perwakilan dari pengunjuk rasa yang telah mengajukan permohonan izin berunjuk rasa ke Kepolisian. Padahal, tanpa mengantongi surat izin, aksi unjuk rasa akan dianggap menyalahi aturan.

“Apabila hendak melakukan kegiatan unjuk rasa, menurut undang-undang harus menyampaikan pemberitahuan kepada pihak kepolisian,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 1 November 2016. Baca berita selengkapnya di sini.

Antisipasi demo 4 November, Presiden Jokowi panggil pengurus NU dan Muhammadiyah ke Istana

Presiden Joko Widodo bersama Prabowo Subianto dan Menko bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan usai pertemuan di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Senin (31/10). Foto oleh Puspa Perwitasari/ANTARA

Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengundang dua pengurus organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, ke Istana pada Selasa siang ini.

Pertemuan dijadwalkan berlangsung pukul 10.30 wib. Namun agenda pertemuan tak dicantumkan dalam undangan. Besar kemungkinan Presiden akan membahas demo besar-besaran pada 4 November mendatang. Selain NU dan Muhammadiyah, Presiden juga mengundang Majelis Ulama Indonesia.

Sebab demo tersebut kabarnya akan diikuti sejumlah ormas Islam. Demo sendiri bertujuan menekan pemerintah untuk segera memproses Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang dianggap telah menistakan ayat suci. Baca berita selengkapnya di sini.

—Rappler.com