Berita hari ini: Jumat, 18 November 2016

Rappler.com
Rangkuman berita yang tidak boleh Anda lewatkan

Halo pembaca Rappler,

Pantau terus laman ini untuk memperbarui berita terbaru pilihan redaksi Rappler Indonesia pada Jumat, 18 November 2016.

Densus 88 tangkap 5 terduga teroris di‎ Bekasi

ILUSTRASI. Anggota Densus 88 melakukan penggeledahan terhadap sebuah rumah terduga teroris. Foto oleh Antara

Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) menangkap 5 terduga pelaku tindak pidana terorisme di Bekasi, pada Jumat.

‎”Ya, benar. Ada lima orang. Masing-masing inisial WW, S, R, D, dan AU‎,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi.

Kelimanya ditangkap di Kampung Lubang Buaya, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Saat ini, Densus tengah memeriksa kelima terduga teroris. 

Sebut sebagian demonstran 4 November dibayar, Ahok kembali dilaporkan

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Ahok memberikan keterangan terkait penetapannya sebagai tersangka, pada 16 November 2016. Foto oleh Hafidz Mubarak A/Antara

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama kembali dilaporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri atas pernyataannya yang menyebut bahwa demonstran yang turun ke jalan dalam Aksi Bela Islam pada 4 November lalu dibayar Rp500 ribu.

Seorang demonstran bernama Hendiansyah yang didukung oleh Advokat Cinta Tanah Air melaporkan Ahok ke Bareskrim pada Kamis, 17 November, atas tuduhan pencemaran nama baik.

Ketika menjawab pertanyaan wartawan, Ahok mengatakan, “It’s not easy, you send more than 100,000 people. Most of them, if you look at the news, said they got the money, 500,000 rupiah” (Tidak mudah mengirim 100,000 orang. Kebanyakan dari mereka, apabila Anda membaca berita, bilang bahwa mereka mendapatkan uang Rp500 ribu).

Selengkapnya di sini.

GNPF MUI akan gelar demo Bela Islam jilid 3

Gubernur DKI Jakarta petahana Ahok memainkan telepon selularnya saat menerima pengaduan warga di Rumah Lembang, Jakarta, pada 16 November 2016. Foto oleh Hafidz Mubarak A/Antara

Sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) menuntut Kepolisian segera menahan Gubernur Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama yang dianggap telah menodai agama.

“Ahok tidak ditahanan sampa saat ini maka GNPF MUI memutuskan untuk menggelar Aksi Bela Islam 3 pada Jumat 2 Desember,” kata Pembina GNPF MUI Rizieq Shihab.

Namun Koordinator aksi GNPF MUI Munarman memastikan aksi unjuk rasa pada 2 Desember nanti akan berlangsung damai. Karena itu, kata Munarman, aksi ini tidak boleh dihalangi dan dituduh negatif.

GNPF MUI: Ada aktor dan pemodal ingin memecah-belah

Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Rizieq Shihab (kanan) memberi keterangan pers di Jakarta, Sabtu (5/11). Foto oleh Puspa Perwitasari/ANTARA

Koordinator aksi GNPF MUI Munarman mengklaim Aksi Bela Islam jilid tiga yang akan digelar pada 2 Desember tidak hanya untuk menuntut Gubernur Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama ditahan, tapi juga untuk memersatukan Indonesia.

Munarman menyebut saat ini ada aktor-aktor yang berusaha memecah belah dan mengadu domba dengan cara melakukan provokasi.  

“Kami sudah tahu bahwa aktor-aktor itu digunakan untuk memprovokasi, memecah belah, karena yang selama ini mengendalikan Indonesia bersembunyi di balik layar,” kata Munarman dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat 18 November 2016. Baca berita selengkapnya di sini.

Megawati minta semua pihak menghormati proses hukum kasus Ahok

TETAP DUKUNG AHOK. Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (tengah) dan Djarot Saiful Hidayat (kanan) bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kiri) memberi keterangan pers saat pendaftaran Cagub-Cawagub DKI Jakarta 2017 di Kantor KPUD DKI Jakarta, Jakarta, Rabu (21/9). Foto oleh Rosa Panggabean/ANTARA

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengatakan partainya akan menghormati proses hukum dalam kasus dugaan penistaan agama yang kini tengah menjerat gubernur non aktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama.  Mantan Bupati Belitung Timur itu ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri pada Rabu, 16 November. 

Mega mengatakan walaupun Ahok sudah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi tidak akan mempengaruhi dukungan PDIP bagi pasangan Ahok dan Djarot dalam Pilkada 2017. 

“PDIP akan menjadikan peristiwa tersebut (penetapan tersangka) untuk menghormati proses hukum,” kata Mega ketika memberikan keterangan pers di kantor DPP PDIP Menteng.

Dia menjelaskan Indonesia merupakan negara hukum. Oleh sebab itu semua pihak dihimbau untuk mengedepankan prinsip keadilan dan asas praduga tak bersalah selama berlangsungnya proses hukum tersebut. Selengkapnya baca di sini

Gempa 5,3 SR getarkan Yogyakarta

 Foto oleh Claudio Peri/EPA

Gempa Bumi berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) menggetarkan wilayah Yogyakarta pada Jumat pagi.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa terjadi pukul 09:19:29 WIB dan berpusat di 93 kilometer barat daya Gunung Kidul, tepatnya di posisi 8.87 Lintang Selatan (LS) – 110.57 Bujur Timur (BT), pada kedalaman 10 kilometer.

Getaran gempa sedang dirasakan selama empat detik di Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, Sleman, Gunung Kidul, Wonogiri, Trenggalek, Ponorogo dan Pacitan menurut BMKG Yogyakarta. 

Intensitas gempa dari peta guncangan dirasakan III MMI atau II SIG atau ringan dan menurut BMKG tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Selengkapnya di sini.

TNI-Polri dan tokoh lintas agama gelar doa bersama di Monas

Pasukan Asmaul Husna Polri mengikuti apel pasukan pengamanan Pilkada 2017 di Monas, Jakarta, Rabu (2/11). Foto oleh Rivan Awal Lingga/ANTARA

Ribuan personel gabungan TNI dan Polri bersama masyarakat menggelar doa bersama di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat pagi.

Acara doa bersama yang dihadiri Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo  ini digelar untuk kedamaian Indonesia. Selain umat Islam yang melakukan istighosah, acara doa ini juga diikuti penganut agama lain

Beberapa tokoh agama juga turut hadir, seperti Habib Nabil Al-Musyafah, Romo Kristoporus Kristiono Puspo, Pendeta LTB Pasaribu, Pinandita I Made Putra Yadnya, dan Kolonel Caj I Gede Suandiyasa. Baca berita selengkapnya di sini.

—Rappler.com