Berita hari ini: Kamis, 30 Maret 2017

Rappler.com
Berita hari ini: Kamis, 30 Maret 2017
Perkembangan berita terbaru yang perlu Anda ketahui.

Halo pembaca Rappler,

Pantau terus laman ini untuk memperbarui berita terbaru pilihan redaksi Rappler Indonesia pada Kamis, 30 Maret 2017.

Hasil kajian Kementerian ESDM di Rembang: Tak ada aliran sungai di bawah tanah

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku sudah menyelesaikan kajian di kawasan pembangunan Pabrik PT Semen Indonesia di Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih, Rembang, Jawa Tengah. Hasilnya, tidak ditemukan adanya aliran air sungai bawah tanah di kawasan itu.

Penelitian dilakukan pada tanggal 15-24 Februari dan telah diklarifikasi kembali pada 8 dan 9 Maret 2017. Hasil kajian tersebut sudah dikirimkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui surat per 24 Maret 2017.

“Isi suratnya betul. Itu kan berdasarkan pandangan kami yang harus diuji kembali,” ujar Menteri ESDM Iganitius Jonan di Kompleks Istana Kepresidenan.

Berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM dengan nomor 2537/42/MEM-S/2017 memperlihatkan di kawasan pertambangan tersebut tidak terindikasi adanya aliran air tanah. Berdasarkan fakta yang dihimpun di lapngan, hanya terdapat gua kering tanpa aliran sungai bawah tanah. Sumber mata air pun juga tidak dijumpai.

Namun, Jonan mengatakan keputusan akhir tetap berada di tangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selengkapnya baca di sini.

KPK melakukan OTT di Jakarta dan Surabaya

OTT KPK. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan OTT terkait kasus dugan korupsi perkapalan. Foto oleh M. Agung Rajasa/ANTARA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada hari ini. Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan operasi ini terkait dengan dugaan korupsi di perkapalan.

“Indikasi penerimaan hadiah atau janji terkait perkapalan,” ujar Febri.

Dia tidak menjelaskan lebih jauh apa yang dimaksud dengan perkapalan itu. Febri menyebut OTT itu dilakukan di dua lokasi yaitu di Jakarta dan Surabaya. Dia belum mengatakan siapa saja yang turut ditangkap dalam OTT tersebut. Selengkapnya baca di sini.

Megawati ke Ahok: Sudahlah jangan cerewet

JANGAN CEREWET. Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menyarankan agar Ahok selama proses Pilkada DKI tidak terlalu banyak bicara. Foto oleh Widodo S. Jusuf/ANTARA

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri mengisahkan dia sempat menasehati Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama. Dia memberi masukan agar Ahok tidak terlalu banyak bicara lantaran kondisi politik yang tengah tidak stabil saat ini.

“Jadi, saya sempat bilang ke Pak Ahok, ‘sudahlah jangan cerewet. Karena sekarang, kamu itu kena (sorot kamera) TV terus,’” ujar Megawati ketika meresmikan kantor DPP Banteng Muda Indonesia di Jalan Cianjur, Jakarta Pusat.

Kemudian, Ahok sempat bertanya apa yang harus dilakukannya. Megawati menasihati Ahok untuk bertutur kata dan bertindak yang lebih sopan.

“Saya bilang, jadi kamu ‘kulo nuwun.’ Terus, kalau mau ngomong ya minta maaf, minta maaf terus. Maaf ya, maaf ya, nuwun sewu ya nuwun sewu ya,” ujar perempuan yang pernah menjadi Presiden keempat itu.

Namun, kini Megawati mengaku senang dengan perubahan yang ada di dalam diri Ahok. Hal itu terbukti dari performa Ahok saat mengikuti debat pada hari Senin kemarin, karena mantan Bupati Belitung Timur bisa mengontrol emosinya. Selengkapnya baca di sini.

MUI minta aksi 313 berlangsung tertib

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Halim Alamsyah (kiri) dan Ketua Badan Pelaksana Harian Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin menandatangani Nota Kesepahaman mengenai kerjasama penjaminan simpanan dan resolusi bank berdasarkan prinsip syariah, di Kantor LPS, Jakarta, Jumat (3/3). Foto oleh Audy Alwi/ANTARA

Sehari sebelum aksi 313 digelar, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin bertemu dengan Presiden Joko “Jokowi” Widodo di Kantor Presiden,  .  

“Saya baru saja diundang presiden dan bertemu dengan presiden untuk membicarakan berbagai masalah kebangsaan dan kenegaraan,” kata Ma’ruf Amin usai pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut, Rabu 30 Maret 2017.

Presiden Jokowi, menurut Ma’ruf Amin, tidak menyingung soal aksi 313. MUI sendiri berharap aksi tersebut dilakukan dengan santun dan tertib. Baca berita selengkapnya di sini.

—Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.