Hallo pembaca Rappler!
Pantau terus laman ini untuk memperbarui berita terbaru pilihan redaksi Rappler Indonesia pada Kamis, 3 Agustus 2017.
Psikolog Elly Risman akhirnya meminta maaf kepada publik melalui akun media sosialnya, karena keliru menyampaikan komentar terkait girlband asal Korea Selatan, Girls Generation (SNSD). Elly mengakui kealpaannya untuk mengecek dan melakukan riset lebih lanjut terkait girl band yang berada di bawah naungan SM Entertainment.
Dalam sebuah cuitan, Elly mengkritik rencana Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang mengundang Girls Generation pada pertengahan Agustus mendatang. Elly menyebut Girls Generation bukanlah artis yang pas menjadi teladan anak muda Indonesia.
Saudara sekalian, setelah mempelajari respon atas twit saya Sabtu lalu, saya dpt memahami perasaan marah dan kecewa saudara #EllyRisman
— Elly Risman (@EllyRisman) August 1, 2017
Jujur, saat itu saya memberi pernyataan tergesa gesa, sehingga tidak sempat melakukan riset secara mendalam tentang GirlBand #Elly Risman
— Elly Risman (@EllyRisman) August 1, 2017
Sehingga saya menggeneralisir Girlband Korea berdasarkan info media begitu saja. Untuk itu saya minta maaf #EllyRisman
— Elly Risman (@EllyRisman) August 1, 2017
Namun, Elly membela diri apa yang disampaikannya tempo hari merupakan keresahan sebagian orang tua atas rencana pemerintah mendatangkan girlband di perayaan 17 Agustus mendatang. Dalam komentarnya, Elly menyebut Girls Generation adalah simbol seks karena kerap tampil seronok di atas panggung.
Tak pelak, cuitan Elly membuat fans girl band tersebut di Indonesia naik pitam. Mereka ramai-ramai mengomentari pernyataan Elly tersebut. Para fans Girls Generation menuntut Elly segera meminta maaf.
Kekecewaan juga datang dari Kepala Bekraf, Triawan Munaf. Pasalnya, isu ini juga masuk ke media Korea Selatan.
“Saya harap kita jangan xenophobia (takut terhadap orang dari negara lain atau asing), jangan anti dengan orang asing. Kita dalam pergaulan internasional, harus bisa bersama-sama menghargai. Sama seperti artis-artis kita yang juga ingin dihargai di luar negeri,” kata Triawan.
Menurut ayah dari penyanyi Sherina Munaf itu, publik tidak perlu bereaksi terlalu berlebihan, jika ada artis asing yang diundang ke acara kemerdekaan.
“Kalau seorang penyanyi Indonesia diundang ke acara kemerdekaan Amerika atau Korea, kita bangga juga dong. Kalau misalnya nih ada artis Indonesia diundang ke Gedung Putih, lalu dimaki-maki oleh rakyat Amerika, marah enggak kita? Pasti marah lah,” tuturnya.

Indonesia dan Rusia akan membahas rencana kerja sama imbal dagang atau barter antara produk jet tempur Sukhoi SU-35 dengan komoditas karet. Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, rencana itu sudah mendekati tahap akhir.
Pembahasan akan dilanjutkan selama misi dagang Rusia berada di Jakarta pada 3-5 Agustus 2017.
“Rencana imbal dagang ini sudah hampir final. Namun, kami masih menawarkan produk Indonesia lainnya untuk diekspor ke Rusia, selain karent yang mereka minta,” ujar Enggartiasto dalam keterangan tertulis.
Selain imbal dagang, Enggartiasto menyebut misi dagang itu menjadi bagian dari diplomasi kelapa sawit berkelanjutan Indonesia. Presiden Joko Widodo memutuskan untuk membeli pesawat sukhoi dalam kunjungan ke Rusia tahun 2016.
“Strategi pertumbuhan Indonesia selalu memperhitungkan komitmen Pemerintah Indonesia terhadap lingkungan. Indonesia jelas mendukung ekspor kelapa sawit berkelanjutan,” kata dia. Selengkapnya baca di sini.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan tidak ada barter kasus antara pemerintah dengan Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo. Bos MNC Group itu diketahui sudah menjadi tersangka dalam kasus pengancaman terhadap Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Yulianto.
“Enggak ada barter-barteran,” ujar Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan.
Namun, ia mengaku pada Selasa malam memang sempat bertemu dengan pria yang akrab disapa HT itu. Tjahjo sempat berbincang selama lima jam dengan HT. Tetapi, pertemuan itu disebut Tjahjo tidak untuk membahas dukungan politik dan perkara hukum HT.
Ia menjelaskan, pertemuan tidak berlangsung empat mata. Ada beberapa kepala daerah yang ikut hadir.
“Kam mengevaluasi kinerja Pak Jokowi. Saya cukup kaget beliau langsung (menyampaikan dukungan di media). Nanti dilihat. Ini kan mulai berkembang,” kata politisi PDIP itu.
Spekulasi adanya barter antara HT dengan pemerintah muncul pasca HT tiba-tiba menyatakan akan mengusung Presiden Joko Widodo dalam pilpres 2019. Padahal, selama ini HT dikenal kritis dan berseberangan terhadap mantan Gubernur DKI tersebut.
Selengkapnya baca di sini. – Rappler.com
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.