Hujan dan rob sampai Valentine, banjir di Jakarta belum usai

JAKARTA, Indonesia — Belum lagi semua kawasan di Jakarta bebas banjir, hujan kembali mengguyur Jakarta dan daerah sekitarnya. 

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), beberapa wilayah Jakarta masih akan terguyur hujan dengan intensitas ringan sampai lebat sepanjang Rabu, 11 Februari 2015. 

Tapi itu bukan kabar terburuk. Kepala Bidang Cuaca Ekstrem BMKG Kukuh Rubidianto mengatakan bahwa hujan dengan intensitas tinggi akan mengguyur Jakarta mulai Kamis sampai Jumat. 

“Jadi pada tanggal 12 malam hingga 13 dini hari diperkirakan akan turun hujan dengan intensitas yang tinggi dan lebih luas, mungkin sampai ke Bogor,” kata Kukuh seperti dikutip kompas.com.  

Tak hanya hujan, mulai dari tanggal 12 sampai 14 Februari, akan terjadi puncak banjir rob dengan ketinggian satu meter. 

“Jadi hujan derasnya berbarengan dengan rob. Cuma hujan derasnya satu malam, kalau robnya tiga hari berturut-turut dan terjadi dari pukul 07.00 - 09.00,” kata Kukuh. 

 

Sebagian wilayah Jakarta masih terendam

Toyota Yaris mogok di tengah banjir di Sunter. Foto @TMCPoldaMetro/Twitter

Toyota Yaris mogok di tengah banjir di Sunter.

Foto @TMCPoldaMetro/Twitter

Sejak hujan melanda Jakarta Senin, 9 Februari lalu, banjir telah berkurang, namun setidaknya ada beberapa titik di Jakarta yang masih terendam banjir antara 30 sampai 50 centimeter. 

Berikut titik-titik genangan sebagaimana dilaporkan Twitter @TMCPoldaMetro:

Jakarta Barat: 

 

Jakarta Utara

 

Transportasi umum kembali normal

Transportasi umum yang sempat tak terganggu seperti bus TransJakarta dan kereta Commuter Line, hampir beroperasi normal semua. 

Menurut akun Twitter @PT_TransJakarta, hanya koridor 10 dan 12 yang rutenya diperpendek karena macet dan banjir. Sepuluh koridor lainnya beroperasi normal. 

Sementara itu, kereta Commuter Line yang sempat terganggu kembali beroperasi normal. 

“Pagi ini normal, tidak ada yang terdampak banjir,” kata Manajer Komunikasi PT KRL Commuter Jabodetabek Eva Chairunnissa pada detik.com

Pada saat puncak banjir hari Senin, kereta dari Bogor menuju Stasiun Kota dan menuju Stasiun Sudirman hanya beroperasi sampai di Stasiun Manggarai karena rel yang terendam banjir. 

Meski transportasi umum berjalan tanpa gangguan, lalu lintas di beberapa titik banjir, seperti di Sunter dan Grogol macet. Di Grogol, polisi memberlakukan contra flow.  

 

Pengungsi tak berkurang

Jumlah pengungsi terus melonjak, meski banjir mereda. Bila Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta kemarin mencatat hampir 6,000 warga Jakarta mengungsi, hari ini di Jakarta Barat saja pengungsi sudah tercatat 10.986. 

“Kemungkinan jumlah korban banjir akan terus bertambah. Sampai sekarang jumlah warga yang mengungsi sudah mencapai 10.986 jiwa,” kata Walikota Jakarta Barat Anas Effendi seperti dikutip detik.com, Rabu.  

Sementara itu di Jakarta Utara tercatat tidak kurang dari 11.700 orang terpaksa hidup di tempat pengungsian karena banjir merendam rumah mereka. 

 

Rencana Ahok menghalau banjir

Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yang dikenal dengan Ahok, mengatakan bahwa banjir di Jakarta akan bisa diatasi oleh tiga hal:

Yang pertama adalah pembangunan tanggul di wilayah Utara, sehingga Jakarta bisa bebas banjir sampai 30 tahun ke depan. 

"Jadi, sepanjang 54 kilometer di wilayah Utara tanggulnya harus diperkuat. Kalau tanggul diperkuat, ada waduk, ada pompa, kita aman. Sampai 30 tahun pun masih oke,” katanya sebagaimana dikutip kompas.com

Yang kedua adalah pembangunan waduk seluas 90 hektar di dekat tol Kapuk, sehingga daerah Kapuk dan Kamal tak lagi kebanjiran. Yang ketiga adalah optimalisasi penggunaan pompa air.

Ahok mengatakan ia masih memerlukan waktu lebih panjang untuk bisa menyelesaikan banjir Jakarta. — Rappler.com