Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Pelaku startup Indonesia, ayo cari investor!

Foto oleh AFP

JAKARTA, Indonesia — Kalau kamu punya ide bisnis, atau malahan sudah memulai startup-mu sendiri di bidang komunikasi dan informasi, inilah saat yang tepat untuk mencari investor dan merealisasikan idemu.

Mengapa?

Tumbuhnya ekonomi internet

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menyampaikan ekonomi Indonesia pada pertama 2015 tumbuh 4,71% year on year (tahunan) meskipun jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, terjadi penurunan sebesar 0,18%.

Yang menjadi catatan penting, bila dilihat dari sisi produksi pertumbuhan tertinggi ternyata dibukukan oleh sektor usaha komunikasi dan informasi sebesar 10,53%. Artinya sekitar 1 dari 10 hasil produksi dalam perekonomian Indonesia sepanjang Januari-Maret 2015 berasal dari sektor usaha ini.

Merujuk pada BPS, sektor usaha komunikasi dan informasi mencakup kegiatan usaha penerbitan; penyiaran dan pemrograman; jaringan telekomunikasi dan jasa telekomunikasi khususnya jasa penyedia jasa internet.

Salah satu faktor penyebab dari situasi ini, adalah tren positif pertumbuhan akses internet di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Berdasarkan laporan terbitan Boston Consulting Group yang berjudul “The Internet Economy in the G-20” jumlah orang yang memiliki jaringan internet di negara G-20 memang bertambah secara signifikan dalam satu dekade terakhir.

Dari 746 juta orang pada 2005, jumlahnya diperkirakan akan menjadi 2,062 miliar pada 2015 ini.

Pertumbuhan tersebut ternyata belakangan  terpusat di pasar negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Jumlahnya bertambah dari 238 juta menjadi 1,39 miliar atau tumbuh sebesar 584%.

Sedangkan di negara-negara maju anggota G-20 pengguna internet dalam satu dekade terakhir bertambah dari 508 juta menjadi 672 juta atau hanya tumbuh sebesar 133%.

Ekonomi internet kita

Secara makro, pertumbuhan jumlah pengguna internet juga akan mempengaruhi struktur perekomian sebuah negara. Salah satu cara untuk mengukurnya adalah dengan melihat kontribusi nilai aktivitas perekonomian di internet terhadap keseluruhan Produk Domestik Bruto (PDB).

Untuk negara-negara G-20 secara umum, “ekonomi internet” (meminjam istilah BCG, the internet economy) merepresentasikan 4,1% PDB mereka.

Lalu bagaimana performa Indonesia berdasarkan indikator ini? Masih cukup memprihatinkan dengan hanya 1,3% PDB-nya berasal dari aktivitas perekonomian di internet, menempatkan Indonesia pada posisi juru kunci di antara negara G-20.

Yang positif adalah, pertumbuhan ekonomi internet di Indonesia merupakan salah satu yang paling tinggi secara global.

Masih dari laporan BCG, berdasarkan data 2010 sampai (perkiraan) 2016, rata-rata tahunan pertumbuhan ekonomi internet Indonesia akan mencapai 16,6%, berdasarkan kontribusi ekonomi internet terhadap PDB.

Angka ini merupakan yang kelima tertinggi di antara negara G-20. Jadi meskipun secara riil masih relatif belum signifikan, kekuatan ekonomi internet tumbuh kencang di Indonesia.

Lalu, apa dampaknya?

Salah satu associate dari lembaga modal ventura besutan PT. Telkom, MDI Ventures Indonesia, Joshua Agusta mengatakan bahwa tumbuhnya kekuatan ekonomi internet di Indonesia belakangan ini menarik minat para investor yang sebelumnya memfokuskan portofolio investasinya ke sektor riil.

“Apalagi ya, sektor komunikasi dan informasi  ini relatif lebih tahan terhadap fluktuasi variabel makro seperti harga minyak dan kurs. Saya lihat minat para investor untuk masuk ke sini semakin tinggi.

Mereka melihat ini waktu terbaik untuk berinvestasi di sektor komunikasi dan informasi,” kata Joshua.

Menyambut momentum ini, saatnya para pelaku startup tanah air untuk bergerak mencari investor dan merealisasikan ide bisnis mereka. — Rappler.com