Dari penguatan rupiah hingga turunnya pengguna angkot akibat ojek online


JAKARTA, Indonesia—Lima berita pilihan untuk Kamis, 8 Oktober 2015, adalah alasan menguatnya rupiah, menurunnya penggunaan angkutan kota akibat ojek online, Paket Ekonomi III, KTP anak mulai 2016, situasi kabut asap di Riau.

Di balik menguatnya rupiah

Rupiah terus menguat hingga melewati Rp 14 ribu, Rabu 7 Oktober. Pada 6 Oktober, untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir, rupiah mencatatkan kenaikan paling tinggi, atau naik 260 poin ke angka Rp 14.241 per dolar AS.

Mirza Adityaswara, deputi senior Gubernur Bank Indonesia mengatakan yang menguatkan rupiah adalah situasi global, terutama apa yang terjadi di AS. “Melemahnya rupiah selama ini dipicu oleh situasi global, terutama AS, maka kalau AS melambat, mata uang kita menguat,” kata Mirza.

Selain itu, penguatan rupiah nampaknya dipengaruhi penerbitan saham baru PT HM Sampoerna pada Agustus lalu sebesar 1,94 miliar dolar AS. Dana asing yang mengincar saham itu saat ini masuk Indonesia.

Ada ojek online, penumpang angkutan umum menurun
OJEK ONLINE. Seorang pengemudi Go-Jek berada di tengah lalu lintas Jakarta. Foto oleh Adek Berry/AFP
Jumlah penumpang angkutan umum turun hingga 40 persen sejalan dengan meningkatnya jumlah ojek online.

Menurut Ketua DPD Organda Jakarta Safruhan Sinulungan, penumpang bajaj turun 40 persen, penumpang taksi berkurang 30 persen dan penumpang bus turun 30 persen sejak ada ojek online.

Wakil Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat menganggap penurunan ini bisa dimengerti karena kualitas angkutan yang tidak begitu baik dan kecepatan transportasi.

Paket Ekonomi III diluncurkan

Memanfaatkan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS selama dua hari ini, pemerintah, pada Rabu 7 Oktober 2015, mempercepat satu hari pengumuman Paket Ekonomi Jilid 3.

“Ada diskon 30 persen untuk pengguna listrik industri, mulai pukul 23.00 – 08.00 wib,” kata Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral Sudirman Said. Ini dilakukan untuk mengurangi beban biaya industri.

Perusahaan yang kesulitan juga boleh membayar biaya listrik sebesar 60 persen, sisanya yang 40 persen bisa dicicil mulai bulan ke 13, selama 12 bulan cicilan.

Pemerintah juga akan menurunkan harga gas untuk industri mulai Januari 2016. Selain itu, solar turun menjadi Rp 6700, pertamax menjadi Rp 9000, sementara harga premium tetap.

Mulai tahun depan, anak Indonesia akan memiliki KTP
KTP. Seorang perempuan menunjukkan KTP miliknya, di Jakarta, 5 April 2007. Foto oleh Ahmad Zamroni/AFP
Pemerintah Indonesia akan menerbitkan KTP bagi anak mulai 2016. KTP yang mencantumkan nama orangtua ini akan digunakan untuk mengurus beberapa hal seperti pendaftaran sekolah, membuka rekening di bank, mendaftar layanan kesehatan dan lain sebagainya. 

Pemberlakuan pada 2016 adalah untuk kabupaten dan kota yang minimal 75 persen penduduknya sudah memiliki akte kelahiran. Ini akan diberlakukan menjadi program nasional pada 2017.

Kabut asap makin pekat di Riau

Kondisi kabut asap di Riau tidak membaik. Pada Rabu, 7 Oktober, jarak pandang berkisar antara 100 meter hingga 700 meter.

Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru tidak mendeteksi lagi keberadaan titik api pada Rabu, 7 Oktober, namun asap yang diperkirakan berasal dari Sumatera Selatan terus menyelimuti.

Akibatnya, sebanyak 42 penerbangan menuju Bandara Sultan Syarif Kasim II yang terjadwal Rabu dibatalkan.—Rappler.com