Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Perekrut Mary Jane akan hadapi proses hukum

JAKARTA, Indonesia —(UPDATED) Maria Kristina Sergio, orang yang diduga merekrut terpidana mati asal Filipina Mary Jane Veloso, telah dilaporkan ke penegak hukum. Bila kasus tersebut dilanjutkan, Kristina bisa dijerat untuk tiga kasus: perdagangan manusia, perekrutan tenaga kerja ilegal dan perdayaan. 

"Kasusnya saat ini ditangani oleh Departemen Kehakiman, masih menunggu investigasi pendahuluan," kata juru bicara Departemen Hubungan Luar Negeri Filipina (DFA) Charles Jose. 

Kristina adalah saudara serani Mary Jane yang disebut menjanjikan Mary Jane pekerjaan. Namun kemudian Mary Jane disuruh pergi ke Jakarta dan membawa koper yang berisi 2,6 kilogram heroin. Mary Jane mengaku tidak tahu bahwa koper tersebut berisi heroin. 

Dia ditangkap di Bandara Soekarno Hatta dan dituntut hukuman seumur hidup. Namun kemudian, hakim PN Sleman menjatuhkan hukuman mati. Upaya banding dan kasasi tidak membuahkan hasil. Peninjauan kembali (PK) yang diajukan ke Mahkamah Agung (MA) pun sudah ditolak. Sekarang, pengacaranya mengajukan PK kedua. 

Dalam upaya banding ini, Mary Jane disebutkan sebagai korban dari perdagangan manusia yang dilakukan oleh Kristina. 

Tes kebohongan Kristina

Kristina membantah tuduhan tersebut. Dalam wawancara yang ditayangkan oleh ABS-CBN News pada Kamis, 23 April, Sergio mengatakan dia hanya ingin membantu Mary Jane bekerja di Malaysia. 

Dia mengatakan bahwa ketika Mary Jane di Malaysia, dia kerap berbicara dengan seseorang di telepon. Dia menyatakan tidak tahu-menahu soal penerbangan Mary Jane ke Indonesia dan kaget ketika tahu bahwa Mary Jane ditangkap karena narkoba di bandara.  

Menangis di depan kamera televisi, Sergio mengatakan dia siap untuk menjalani tes kebohongan. 

"Kebenaran akan muncul: saya tidak bersalah," katanya. — Rappler.com

Catatan Redaksi: Sebelumnya diberitakan Maria Kristina Sergio sudah jadi tersangka, namun redaksi mengoreksi bahwa statusnya masih dilaporkan dan masih akan menunggu investigasi pendahuluan. Mohon maaf atas kesalahan tersebut. 

 

Paterno R. Esmaquel II

Paterno R. Esmaquel II, news editor of Rappler, specializes in covering religion and foreign affairs. He obtained his MA Journalism degree from Ateneo and later finished MSc Asian Studies (Religions in Plural Societies) at RSIS, Singapore. For story ideas or feedback, email him at pat.esmaquel@rappler.com.

image