Solo bersiap sambut pernikahan Gibran-Selvi

JAKARTA, Indonesia — Pernikahan Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda sudah siap dilaksanakan. Solo pun sudah siap menyambut pernikahan yang paling banyak dibicarakan tahun ini. 

Pernikahan putra sulung Presiden Joko "Jokowi" Widodo siap dilangsungkan pada 11 Juni 2015 di Solo, Jawa Tengah.  

Dilansir dari situs Sekretariat Kabinet, rangkaian acara akan berlangsung selama tiga hari. Pada 9 Juni, akan diadakan siraman dan dilanjutkan dengan Malam Midodareni pada 10 Juni. Acara puncaknya — akad nikah dan resepsi — akan diadakan pada tanggal 11 Juni. 

Akad nikah dan resepsi akan diadakan di Graha Saba Buana, Solo. Untuk mengantisipasi jumlah kendaraan tamu, panitia membuka tempat parkir di Lapangan Banyuanyar, halaman SMA BK, dan Lapangan Sumber yang berlokasi di dekat gedung. Sejumlah 300 becak sudah disediakan untuk mengantar para tamu dari tempat parkir ke gedung acara.

“Ya, kalau para tamu undangan jalan kaki, rasanya kok kurang pas,” kata Walikota Solo Hadi Rudyatmo.

Undangan pernikahan Gibran-Selvi yang beredar di media sosial.

Undangan pernikahan Gibran-Selvi yang beredar di media sosial.

Tak hanya mempersiapkan pelayanan untuk tamu, pernikahan ini juga sudah menyediakan fasilitas bagi media yang ingin meliput.

Panitia membuka media center di Jalan Letjen Suprapto, di dekat gedung acara, bagi para wartawan yang terdaftar. Media center ini dilengkapi peralatan lengkap dan akses Internet untuk mempermudah pengiriman berita. Bahkan, panitia juga menyediakan layar-layar untuk memantau setiap prosesi.

Tak hanya itu, wartawan akan diberikan batik coklat sebagai seragam agar terlihat rapi.

“Seragam kami siapkan khusus. Untuk yang laki-laki batik lengan panjang, sedangkan untuk perempuan diminta menjahitkan sesuai ukuran masing-masing,” kata salah satu panitia, Quirintho, pada Sindonews.com, pada 30 Mei. 

Jokowi langgar peraturan sendiri?

Namun, penyelenggaraan pernikahan besar ini menuai kritik. Presiden Jokowi, menurut kritikus, dinilai melanggar peraturan yang dibuat menterinya sendiri.

Di awal masa pemerintahannya, Menteri Pedayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi melarang pejabat negara mengadakan acara besar-besaran dan membatasi undangan yang boleh disebar. 

Yuddy, ketika ditanya, berdalih bahwa pernikahan yang mengundang 4.000an orang ini masih tergolong sederhana dan tidak menyalahi aturan karena melibatkan masyarakat. 

"Substansinya itu kan kalau ada pejabat yang melakukan kegiatan resepsi. Jangan jadikan rakyat hanya sebagai penonton. Walau undangannya banyak, tapi Pak Jokowi kan melibatkan rakyat seperti tukang becak, catering rakyat,” katanya, Rabu, pada Bisnis.com.

Yuddy juga berdalih bahwa yang diundang pun juga masyarakat biasa.

"Dari seluruh tamu undangan, tiga perempatnya adalah masyarakat biasa. Hanya seperempat yang pejabat," tambahnya. —Rappler.com