Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Tim Transisi: Kapolri, Jaksa Agung, dan Panglima TNI jadi 'backup'

 

BANYUWANGI, Indonesia —Tujuh belas anggota Tim Transisi PSSI tidak akan bergerak sendiri. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akan membentuk Dewan Pengarah Tim Transisi. Dewan tersebut terdiri dari unsur-unsur penegak hukum dan militer.

“Dewan pengarah itu akan beranggotakan Panglima TNI (Jenderal Moeldoko), Kapolri (Jenderal Badrodin Haiti), Jaksa Agung (Prasetyo), dan juga dari PPATK (Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan), dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Semua akan terlibat,” kata Nahrawi, Sabtu, 9 Mei 2015. 

Nahrawi mengatakan bahwa pembentukan dewan pengarah tersebut bertujuan untuk memperkuat Tim Transisi. Selain itu, untuk menjawab keraguan sejumlah pihak karena tidak ada unsur kepolisian di dalam Tim Transisi. 

Lantas, bagaimana dengan kritikan publik terhadap anggota Tim Transisi yang dianggap tidak kredibel? Terutama terhadap anggota tim yang tidak memiliki latar belakang sepak bola yang kuat. 

Seperti tanggapan aktivis media sosial seperti ini:

Ada juga yang mengkritik dengan sindiran dan humor.

Tapi, masih ada yang berusaha melihat secara positif.

Nahrawi mengatakan bahwa sebelum memilih 17 orang tersebut, dia sudah meminta kesediaan mereka. Semuanya bilang bahwa mereka siap. Mereka juga berjanji kinerja mereka sebelum di Tim Transisi tak akan terpengaruh. 

Soal nama-nama kontroversial, Menteri Nahrawi membela diri. Tommy Kurniawan, misalnya. Meski hanya dikenal sebagai artis, Tommy memimpin klub sepak bola dan futsal. Sayang, Nahrawi tidak mengungkapkan klub manakah yang dikelola Tommy. 

Begitu juga soal pemilihan putra mantan kepala Badan Intelijen Indonesia (BIN) A.M. Hendropriyono, Diaz Malik Hendropriyono. Jawaban Menteri Nahrawi normatif. “Dia juga punya bekal untuk mengelola jaringan komunikasi internasional,” katanya. (Baca: Tim transisi PSSI: Strategi pecah lawan ala Menpora)

Menteri Nahrawi kini harus memikirkan operator kompetisi untuk sepak bola Indonesia. Sebab, PT Liga Indonesia sudah melewati masa deadline untuk menggelar pertandingan, yakni pada Sabtu, 9 Mei 2015.  

“Pemerintah berkomitmen, kompetisi tidak boleh berhenti. Sebab, kompetisi liga super sampai ke bawah akan berhenti. Pemerintah tetap akan melaksanakan kompetisi ini dengan operator yang ada atau operator yang baru,” kata Nahrawi.

Klub-klub dijadwalkan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Liga Indonesia pada Selasa, 12 Mei. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah memantau agenda tersebut.

“Pemerintah akan terus mengawasi. Semoga ke depan tetap bersama-sama dengan pemerintah karena tidak ada niatan selain untuk majukan sepak bola ini,” katanya.—Rappler.com 


Agung Putu Iskandar, atau Aga Agung, adalah mantan wartawan Jawa Pos dan kini menjadi penulis lepas. Pernah meliput Euro 2012 Polandia-Ukraina, Piala Dunia Brasil 2014, dan Tour de Langkawi 2013. Kadang-kadang bersepeda. Follow twitter di @agaagung dan blog pribadinya agungputu.wordpress.com.