Trik manfaatkan libur lebaran yang asyik dan murah

Bagi sebagian orang, libur lebaran adalah momen yang ditunggu-tunggu — bukan untuk bersilaturahmi tetapi untuk liburan! 

Bagaimana tidak, libur lebaran bagaikan rezeki durian runtuh bagi para fakir cuti. Hal ini dikarenakan kantor tempat kita bekerja mencari sebutir nasi dan segenggam berlian biasanya memberikan bonus satu sampai dua hari libur ditambah hari cuti bersama yang diberikan oleh pemerintah kita tercinta. 

Namun, harapan biasanya terhalang bukan oleh restu orang tua tetapi uang di tabungan. Harga-harga tiket dan penginapan pasti melambung tinggi di minggu lebaran, belum lagi ramainya tempat wisata yang membuat selfie kita akan berasa foto sekampung dibandingkan foto sendiri.

Sebenarnya ada beberapa trik jitu yang bisa dilakukan untuk menghemat pengeluaran alias masih bisa liburan tanpa harus berhutang: 

1. Mau ke luar negeri? Berangkat dari Singapura 

Singapura yang bercita-cita menjadi the hub of Southeast Asia memang lokasi yang tepat kalau ingin pergi ke negara-negara di ASEAN dengan pesawat. 

Mengapa? Pilihan pesawatnya banyak dan terlebih lagi, Singapura bukan termasuk negara yang mengenal liburan panjang pada saat hari raya Idul Fitri. Otomatis, harga tiket pesawat dari Singapura akan jauh lebih murah dibandingkan berangkat langsung dari Jakarta. 

Untuk tiket Jakarta ke Singapura ini yang memang harus dipesan jauh-jauh hari.  

2. Jangan pergi ke negara atau daerah yang mayoritas penduduknya Muslim

Seorang jamaah umrah mengambil foto umat Muslim di Masjidil Haram, Mekah, Saudi Arabia. Foto oleh EPA

Seorang jamaah umrah mengambil foto umat Muslim di Masjidil Haram, Mekah, Saudi Arabia.

Foto oleh EPA

Ini logika umum kalau mau jalan-jalan. Kenapa? Karena libur lebaran pasti dipergunakan juga oleh penduduk setempat untuk jalan-jalan dan momen ini akan tergolong high season. Belum lagi ditambah risiko kalau ada tempat yang kita datangi ternyata tutup karena pemiliknya mudik. 

Pergilah ke negara-negara yang tidak merayakan lebaran seperti Vietnam, Myanmar, Kamboja, atau Laos. Hal yang sama juga berlaku ketika kita mau jalan-jalan di Indonesia. Pergilah ke Ambon, Papua, atau Manado bisa menjadi pilihan yang menarik, meskipun memang tergolong high season di tempat-tempat tersebut. 

3. Beli mata uang asing atau USD dari jauh-jauh hari 

Menjelang libur lebaran, harga mata uang asing akan cenderung naik karena banyak orang yang akan berbelanja dan ke luar negeri. Ada demand, ada supply. Dan hal ini berpengaruh ke harga jual-beli kurs mata uang asing. Lebih baik beli mata uang asing negara yang menjadi tujuan kita atau USD beberapa bulan sebelumnya. 

4. Manfaatkan ‘last minute deals’

Sering-sering cek website hotel atau pesawat untuk memanfaatkan deal-deal menarik. Beberapa website untuk memesan akomodasi cenderung untuk membanting harga menjelang libur lebaran.

Bagi yang memang suka outdoor activities, ketimbang menyewa hotel, lebih baik mencoba untuk mendirikan tenda alias camping. Lumayanlah mendirikan tenda saat traveling terlebih dahulu sebelum mendirikan tenda biru. OK, yang terakhir ini bercanda.  

5. ‘Be a backpacker or flashpacker’

Daripada jadi turis dan ikut tur-tur, lebih baik merancang perjalanan sendiri atau ikut klub jalan-jalan yang menawarkan promo-promo menarik di Instagram. Harganya pasti akan jauh lebih murah dan tentu saja, menambah teman baru (syukur-syukur, pulang liburan jadi mendapatkan pacar baru dibandingkan baju baru di hari raya nan fitri). 

Semoga trik-trik di atas bermanfaat dan berfaedah di hari-hari puasa terakhir menjelang datangnya hari kemenangan. Selamat mempersiapkan perjalanan! —Rappler.com

Ingin tahu bagaimana cara pandangnya mengenai dunia? Ikuti kisahnya di www.lewiagabasoeki.blogspot.com dan follow Twitter-nya, @legabas.