Provide your email for confirmation

Tell us a bit about yourself

country *
province *

why we ask about location

Please provide your email address

Login

To share your thoughts

Don't have an account?

Login with email

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue signing in. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Sign up

Ready to get started

Already have an account?

Sign up with email

By signing up you agree to Rappler’s Terms and Conditions and Privacy

Check your inbox

We just sent a link to your inbox. Click the link to continue registering. Can’t find it? Check your spam & junk mail.

Didn't get a link?

Join Rappler+

How often would you like to pay?

Monthly Subscription

Your payment was interrupted

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

Your payment didn’t go through

Exiting the registration flow at this point will mean you will loose your progress

SAKSIKAN: Maut mengintai dari balik panci

JAKARTA, Indonesia — Hari masih terang ketika sebuah ledakan tiba-tiba terdengar dari rumah kontrakkan yang berdiri di Kecamatan Buah Batu, Bandung, Sabtu sore, 8 Juli 2017.

Belakangan diketahui ledakan tersebut berasal dari bom panci. Bom tersebut diduga milik seorang pemuda berinisial AW yang masih berusia 21 tahun.

Dari keterangan AW juga diketahui jika dirinya berencana meledakkan tiga tempat di Bandung. Untungnya bom meledak secara tak terduga di dalam kontrakkan, membuat rencana AW meledakkan tiga tempat berantakkan.

Polisi menyebut AW sehari-hari bekerja sebagai pedagang bakso. Ia mempelajari cara merakit bom melalui dunia maya dan dari beberapa akun grup di media sosial.

Publik pun bertanya-tanya sedemikian mudahkah merakit bom panci sehingga pemuda berusia 21 tahun bisa membuatnya? Dan, AW bukan yang pertama merakit bom panci.

Dua ledakan yang menggegerkan Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada 24 Mei lalu juga berasal dari bom panci. Akibat ledakan ini, tiga anggota Polri tewas. Dua pelaku bom bunuh diri juga tewas di tempat.

Ledakan di Kampung Melayu pun mirip dengan bom panci yang meledak di Cicendo, Bandung, pada Februari 2017. Untungnya, tak ada korban jiwa dalam ledakan di Cicendo.

“Panci yang digunakan pelaku bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu mirip dengan panci yang digunakan pelaku bom di Cicendo Bandung,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto.

Rentetan ledakan dan teror bom panci memang membuat kita miris, karena maut pun kini bisa mengintai dari balik panci. Sebab, meski namanya tidak begitu seram, bom panci, namun daya ledaknya bisa begitu merusak dan mematikan. —Rappler.com