Suporter Persib tewas dikeroyok, 8 remaja jadi tersangka

Mahmud Alexander
Pemuda 17 tahun tewas diduga setelah dikeroyok ketika hendak menonton laga Persib vs Persegres

Penggemar Persib, Bobotoh, siap mendukung jagoannya di final Piala Bhayangkara, 3 April 2016. Foto dari Twitter/@TMCPoldaMetro

JAKARTA, Indonesia — Sepak bola Indonesia kembali berduka setelah fanatisme pendukungnya memakan tumbal. Seorang pendukung Persib Bandung harus kehilangan nyawa karena diduga dikeroyok suporter Persija, The Jakmania, pada Senin, 24 Oktober.

Kecintaan Muhammad Rovi Arrahman (17 tahun) pada sepak bola dan keinginannya untuk menyaksikan tim kesayangannya, Persib Bandung, bertanding secara langsung harus pupus.

Laga Persib Bandung melawan Persegres Gresik United di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, pada Sabtu petang pekan lalu, 22 Oktober, adalah laga impian yang tak pernah bisa ditonton oleh bobotoh —julukan untuk pendukung Persib— itu

Berdasarkan kronologis kejadian awal yang didapatkan dari kepolisian setempat, disebutkan bahwa korban sempat terjatuh dari motor, sampai akhirnya terseret dan terluka. 

Namun, dari pengakuan salah satu tersangka, terungkap bahwa Omen sempat dilempar dan dikeroyok terlebih dulu sebelum akhirnya berhasil diselamatkan rekan-rekannya.

“Dia sedang bonceng, awalnya dibilang mau dikeroyok, terus jatuh. Tapi setelah ditelusuri dan meminta keterangan beberapa orang, ternyata dia sempat dilempari batu juga helm. Sampai akhirnya jatuh. Saat jatuh pun sempat dikeroyok,” kata salah seorang anggota Polsek Cikarang yang meminta namanya tak disebut.

Tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Raya Inspeksi Kalimalang, Cikarang Selatan, dekat dengan pintu X Jababeka. Saat itu, menurut laporan polisi, ada dua rekannya yang lain, tapi selamat meski juga sempat terkena lemparan benda keras.

Ketika ditolong, menurut keterangan beberapa saksi, Omen sudah dalam kondisi kritis. “Ada luka robek di pipi kanan, memar di bagian belakang kepala, luka lecet di tangan kanan dan kiri, serta kedua kakinya. Dia sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi sudah tak tertolong,” kata seorang saksi.

Polisi sudah menangkap 8 orang remaja yang diduga pelaku penyerangan. Mereka adalah MI (17 tahun), RG (17), DA (16), MZ (16), GBK (16), MTP (18), AR (18), dan MF (17).

“Mereka bukan lawan Persib, delapan orang yang diamankan adalah anggota Jakmania. Sudah. Sudah diamankan dan jalani pemeriksaan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Awi Setiyono.

Melihat hasil visum dan saksi-saksi, ada bukti kuat yang menunjukkan penyerangan dilakukan. Apalagi, saat proses pemeriksaan, mengarah kuat memang itu menjadi tindakan mereka.

“Dalam 1×24 jam segera diumumkan hasil pemeriksaan dan ditetapkan tersangkanya,” kata Awi.

Kejadian penyerangan sampai timbul korban nyawa bukan sekali ini saja terjadi. Seorang bobotoh lainnya, Rangga Cipta, dikeroyok usai menonton laga Persib vs Bandung di kawasan Senayan, Jakarta, dan akhirnya tewas ditusuk orang tak dikenal pada 2013 lalu.

Ridwan Kamil kunjungi rumah korban

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengunjungi keluarga korban di Kampung Babakan, Desa Telagaasih, Cikarang Barat.

Kang Emil, sapaan akrabnya, didampingi Kepala Polres Metro Bekasi Kombes Awal dan Kepala Polsek Cikarang Barat Komisaris Hendrik Manurung.

Ridwan, yang juga pembina suporter Persib, mengucapkan bela sungkawa atas kejadian yang menimpa bocah 17 tahun tersebut. 

“Kami berbelasungkawa. Jangan sampai ada kejadian ini terulang dan kami berharap diusut tuntas.—Rappler.com