Filipino comic strips

5 hal tentang Ika Pertiwi, pemenang ‘Miss Grand International 2016’

Rappler.com
Malam puncak 'Miss Grand International' berlangsung pada Rabu, 26 Oktober, mulai pukul 9.30 pagi WIB

Ika Pertiwi, mahasiswi kedokteran yang mewakili Indonesia di Miss Grand International 2016. Foto oleh @rudy_hari dari Instagram/@ikapertiwi

JAKARTA, Indonesia — Ariska Putri Pertiwi atau yang biasa disapa Ika merupakan perwakilan Indonesia dalam kontes Miss Grand International 2016.

Ika berkesempatan berangkat ke Las Vegas dan mewakili Indonesia setelah terpilih sebagai runner-up 3 dalam ajang Puteri Indonesia 2016 Februari lalu.

Dalam malam puncak Miss Grand International 2016, Rabu, 26 Oktober, Ariska Putri Pertiwi dinobatkan sebagai pemenang.

Mari berkenalan dengan sosoknya lewat lima fakta menarik berikut ini:

1. Mahasiswi kedokteran di Sumatera Utara

Perempuan kelahiran Lhokseumawe, 13 Januari 1995 ini merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas Islam Sumatera Utara.

Dalam sebuah wawancara, Ika mengatakan bahwa salah satu mimpinya adalah untuk menolong banyak orang, oleh karena itu ia ingin menjadi seorang dokter.

2. Pejuang kontes kecantikan

Sebelum melaju ke Miss Grand International, Ika telah mengikuti berbagai kontes kecantikan sejak masih berusia 14 tahun.

Sebagian gelar yang pernah didapatkannya antara lain adalah Putri Citra Indonesia 2009, Putri Tenun 2009, serta Gadis Sampul 2009.

Ia juga pernah mengikuti Puteri Indonesia Sumatera Utara 2014 dan menjadi runner-up. Kemudian ia kembali mengikuti kontes yang sama, mewakili provinsinya ke tingkat nasional, dan menjadi runner-up 3 Puteri Indonesia 2016.

3. Berasal dari keluarga tentara

Ayah dari Ika merupakan seorang tentara. Menurutnya dalam sebuah wawancara, hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membentuknya untuk terbiasa dengan kedisiplinan.

Ika juga memiliki satu orang adik perempuan yang usianya terpaut jauh, sekitar 17 tahun.

4. Peduli anak-anak

Gadis penyuka Spongebob ini pernah mengatakan bahwa ia ingin membuka yayasan yang didedikasikan untuk anak-anak terlantar dan anak-anak yang mengalami retardasi mental.

“Agar mereka dapat mencicipi apa itu pendidikan, dapat bermain dan tertawa sama halnya dengan anak-anak lainnya,” tutur Ika.

Menurut lulusan SMA Sultan Agung Pematang Siantar ini, anak-anak merupakan harapan bagi masa depan Indonesia.

5. Takut disuntik

Ada fakta menarik dari calon dokter yang satu ini. Meskipun pekerjaannya mengharuskan Ika untuk menyuntik pasien, namun ternyata ia takut disuntik.

“Paling takut disuntik tapi kalau soal nyuntik pasien paling berani,” katanya—Rappler.com

BACA JUGA: