Setelah menikah, Prisia Nasution bolak-balik Jakarta-Kuala Lumpur

Rappler.com
Prisia menikahi Iedil Putra, aktor asal Malaysia pada 1 Juni 2016 lalu

Prisia Nasution dan suaminya, Iedil Putra, saat ditemui di gala premiere film 'Terpana' di Cinema XXI Epicentrum Walk, Selasa, 25 Oktober 2016. Foto oleh Rappler.com.

JAKARTA, Indonesia – Raut bahagia tampak jelas di wajah pasangan aktris Prisia Nasution dan suaminya, Iedil Putra, lelaki berkewarganegaraan Malaysia yang juga berprofesi sebagai aktor di negara asalnya.

Keduanya ikut hadir saat peluncuran film Terpana di Cinema XXI Epicentrum Walk, Selasa, 25 Oktober.

Cukup lama tak terlihat di publik, Prisia mengaku tak banyak berubah setelah pernikahan keduanya ini. Ia pun tidak merasa dibatasi untuk tetap berkarier di dunia akting oleh sang suami.

“Lucunya enggak ada yang berubah. Setelah menikah ngerasanya kayak pacaran legal aja,” ujar Prisia. Yang berubah, setelah menikah, Prisia lebih banyak menghabiskan waktu berdua dengan Iedil. Bahkan keduanya seperti tak terpisahkan.

Lantas, apa yang membuat Iedil tertarik pada sosok Prisia sejak awal? “Semuanya. Karakternya yang easy going, saling melengkapi,” ujar Iedil yang disambut Prisia, “Support-nya sih sebenarnya. Kalau kerja jauh atau dekat selalu menyempatkan diri untuk memberikan dukungan. We support each other, lah.”

Prisia dan Iedil saat menggelar akad nikah pada 1 Juni 2016 silam. Foto dari akun instagram Sharifah Amani.

Jika sedang bersama, banyak kegiatan yang dilakukan Prisia dan Iedil berdua. Mulai dari diving, hiking dan traveling ke kota-kota yang belum pernah mereka datangi.

Tapi ada kalanya pula, keduanya harus ikhlas terpisahkan jarak. Mengingat saat ini, mereka belum menentukan akan menetap di Jakarta atau Kuala Lumpur. Akibatnya, baik Prisia maupun Iedil kerap bolak-balik Jakarta-Kuala Lumpur.

“Karena kerjaan dia di sana, kerjaan saya di sini. Kadang dia ada kerjaan di sini, kadang saya ada kerjaan di sana. Malah seru. Malah banyak rumahnya,” kata Prisia yang belum terpikir untuk merintis karier akting di Malaysia.

Meski serumpun, perbedaan bahasa antara Indonesia dan Malaysia kerap dirasakan sulit oleh Prisia. Untungnya dia fasih berbahasa Inggris.

“Malaysia bahasa utamanya selain Bahasa Malaysia ada Bahasa Inggris. Jadi hampir semuanya ngerti Bahasa Inggris. Jadi aku ngobrolnya Bahasa Inggris.” 

Tapi Prisia masih terus mengasah kemampuannya berlatih berbahasa Melayu. “Aku sekarang udah mulai mengerti. Awalnya aku enggak ngerti omongan mereka tapi sekarang udah mulai mengerti sedikit-sedikit bahasa Melayu. Tapi bahasa Melayu aku jelek banget, jadi pakai Bahasa Inggris aja.

Meski harus bolak-balik Jakarta-Kuala Lumpur, baik Iedil maupun Prisia tak keberatan. Lagipula, jaraknya tidak terlalu jauh. “Cuma dua jam, kan, kalau pakai pesawat. Sama kayak Jakarta-Bandung,” kata Iedil.-Rappler.com.