Sehari sebelum cuti, ini aktivitas Ahok di Balai Kota

Rappler.com
Ahok belum mengemasi barang-barang pribadinya di Balai Kota

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama masuk ke dalam gedung Bareskrim Polri untuk mengklarifikasi kasus dugaan penistaan agama, Senin (24/10). Foto oleh Widodo S. Jusuf/ANTARA

JAKARTA, Indonesia – Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama akan mulai menjalani masa cuti pada Jumat, 28 Oktober. Namun sampai hari ini dirinya belum juga berkemas-kemas.

Hari ini, Ahok tiba di balai kota sekitar pukul 08.25 WIB. Mengenakan kemeja batik bernuansa biru dengan ragam tulisan kuliner seperti “Mi kocok Cipete” dan “Karedok Empo Mimin” Ahok langsung disambut sejumlah warga.

Salah seorang warga yang telah menantinya bernama Jujua Juansih (52). Jujua sengaja datang ke Balai Kota untuk mengadukan rumah kontrakkannya di Duren Sawit yang selalu direndam banjir setiap kali hujan turun.

“Di depan rumah suka banjir. Kalau sejam saja (hujan) banjir. Saya ingin rumah susun, karena kalau ngontrak terus nggak sanggup,” kata Jujua di Balai Kota.

Menanggapi keluhan tersebut, Ahok meminta Jujua membuat proposal agar keluhannya bisa ditindaklanjuti. “Saya mau buat proposal,” kata Jujua kemudian.

Setelah menemui warga, Ahok langsung bergegas masuk. Di hari terakhirnya ini, Ahok berencana membereskan sejumlah berkas agar tidak membebani pejabat pelaksana yang akan menggantikan dirinya.

“Hari ini membereskan berkas saja. Supaya enggak terlalu membenani plt (pelaksana tugas), kan masih banyak disposisi,” kata Ahok.

Ketika ditanya apakah dirinya akan mengemasi barang-barang pribadinya, Ahok mengatakan dirinya tidak akan memindahkan barang-barang tersebut. 

“Aku kan bilang barang-barang enggak mau aku keluarin, ditaruh saja. Enggak berhenti kok,” kata Ahok.

Seperti diketahui, Ahok harus mengambil cuti karena ia akan maju sebagai calon gubernur dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta yang akan digelar pada Februari 2017.

Sesuai undang-undang tentang pemilihan kepala daerah, calon petahana harus mengambil cuti selama masa kampanye. Artinya, Ahok harus cuti pada 28 Oktober 2016 hingga 11 Februari 2017.

Sebagai penggantinya, Kementerian Dalam Negeri telah menunjuk Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Soni Sumarsono sebagai pejabat pelaksana tugas pada Rabu, 26 Oktober. —dengan laporan ANTARA/Rappler.com