Satu tewas dalam kerusuhan di Manokwari, Wiranto: Usut tuntas

Banjir Ambarita
Keuruhan dipicu karena ada warga yang tidak membayar nasi bungkus

Presiden Joko Widodo berdiskusi dengan Menko Polhukam Wiranto saat mempimpin Rapat Terbatas membahas Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (24/10). Foto oleh Yudhi Mahatma/ANTARA

MANOKWARI, Indonesia – Seorang warga dilaporkan tewas saat terjadi kerusuhan di Kota Manokwari, Papua, pada Rabu malam, 26 Oktober 2016. Kerusuhan dipicu masalah sepele: tidak membayar nasi bungkus.

Kerusuhan bermula ketika seorang bernama Vihay Pau-paus bersama beberapa temannya tak membayar nasib bungkus yang mereka beli. Akibatnya Vijay dikejar dan ditikam dari belakang.

Untungnya luka tikaman tidak sampai merusak organ dalamnya. Namun kabar penikaman ini menyulut kemarahan warga. Mereka memblokade beberapa ruas jalan. Mereka juga membakar beberapa sepeda motor dan merusak pos polisi.

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Royke Lumowa membenarkan jika kerusuhan di Manokwari bermula dari aksi penikaman terhadap Viyay yang tidak membayar nasi bungkus. “Mereka memblokade jalan dan membakar motor,” kata Royke.

Akibat kerusuhan ini Kota Manokwari lumpuh sepanjang Kamis ini. Selain itu satu orang juga dilaporkan tewas, dua warga mengalami luka tembakan, dan belasan lainnya mengalami luka-luka.

 “Korban meninggal atas nama Onisimus Rumayon, Tapi saya yakin, bahwa beliau meninggal bukan karena tembakan,” kata Kapolda Royke. Namun ia menyarankan agar korban meninggal diautopsi agar jelas penyebab meninggalnya.

Sampai saat ini kondisi keamanan di wilayah Sanggeng Manokwari belum kondusif. Beberapa ruas jalan, seperti Jalan Yossudarso, Jalan Percetakan Negara, Jalan Pahlawan belum normal. Aktivitas di Pasar Sanggeng pun masih sepi.

Aparat kepolisian dibantu TNI terlihat masih berjaga-jaga dan memantau untuk memastikan bentrokan antarwarga tidak terulang.

Ketua Lembaga Penelitian Pengkajian Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussy meminta Kepolisian tak terburu-buru menyimpulkan penyebab kerusuhan ini.

“Kami sedang menggali data dengan melihat para korban di Rumah Sakit, juga sudah minta keterangan keluarga korban, dan korban meninggal karena tertembak,” kata Yan Christian saat dihubungi.

Sementara dari Jakarta, Menteri Koordinator bidang Hukum dan Keamanan Wiranto meminta kerusuhan di Manokwari diusut hingga tuntas.

“Saya minta supaya diteliti lebih jauh karena masih simpang siur laporannya, nanti kita tunggu laporan yang resmi,” kata Wiranto di Jakarta, Kamis, 27 Oktober 2016.

Wiranto mengatakan penyelidikan lebih lanjut perlu digelar untuk menjernihkan masalah itu. “Kita selidiki dulu kalau laporannya, itu kan insidental,” kata Wiranto.  

—Rappler.com