Mixed Martial Arts

Pemprov DKI mulai bongkar reklame membahayakan di JPO

Rappler.com
16 reklame membahayakan telah dibongkar dari JPO sejauh ini

JPO AMBRUK. Warga tengah menonton proses evakuasi reruntuhan jembatan penyeberangan orang di Pasar Minggu pada Sabtu, 24 September. Foto oleh Diego Batara/Rappler

JAKARTA, Indonesia — Dinas Penataan Kota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membongkar 16 reklame yang terpasang di jembatan penyeberangan orang (JPO), pada Kamis, 27 Oktober, karena tidak sesuai persyaratan teknis dan membahayakan masyarakat.

“Terjadinya musibah reklame JPO Pasar Minggu membuat JPO lain di seluruh DKI ditertibkan reklamenya,” kata Kepala Bidang Penertiban Ruang Bangunan Dinas Penataan Kota DKI Jakarta Sugiarto.

Reklame yang dibongkar terletak di JPO di berbagai daerah, di antaranya:

  • Sumur Bor
  • Daan Mogot
  • Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama
  • Warung Jati Barat, Pasar Minggu
  • Halte busway Bendungan Hilir
  • Halte busway Karet Sudirman
  • Halte busway Tosari
  • Halte busway sepanjang Jalan Casablanca
  • Halte busway sepanjang Jalan Kramat Raya 
  • Halte busway sepanjang Salemba Raya

Sugiarto mengatakan papan reklame di JPO yang rencananya akan dibongkar di seluruh Jakarta ada sebanyak 73.

“Reklame di JPO akan kami bersihkan agar JPO tidak memiliki beban berat dan kejadian kemarin tidak terjadi lagi,” ujar dia.

Sedangkan untuk papan reklame yang menggunakan tiang dan tidak memiliki izin sehingga membahayakan, kini sedang didata untuk selanjutnya dilakukan pembongkaran.

Menurutnya, ada 251 reklame dengan tiang yang membahayakan masyarakat.

Sebelumnya, sebuah JPO di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, roboh diperkirakan karena pemasangan papan reklame yang tidak sesuai dengan konstruksi jembatan pada bulan lalu.—Antara/Rappler.com