Pesawat kargo hilang di Papua

Banjir Ambarita
Lokasi pesawat telah ditemukan, namun operasi pencarian dihentikan karena cuaca

Pesawat Jupiter Aerobatik Team (JET) bersiap melakukan akrobatik udara usai lepas landas di Bandara Ngurah Rai, Bali, Sabtu (15/10). Foto oleh Wira Suryantala/ANTARA

Papua, Indonesia (Update) –  Lokasi pesawat jenis Carebo PK-SWW yang sempat dilaporkan hilang saat terbang dari Timika menuju Ilaga, Ibukota Puncak, pada Senin pagi, 31 Oktober 2016, sudah ditemukan.

“Lokasi jatuh pesawat dari hasil pancaran ELT (emergency Locator Transmiter) yang diterima petugas TWR Mimika diketahui berada di antara Ilaga Pass dengan Jila Pass,” kata Juru bicara Polda Papua Kombes Patrige Renwarin, Senin sore, 31 Oktober.  

Penemuan lokasi pesawat tersebut, Kombes Patrige Renwarin melanjutkan, berdasarkan pancaran yang diterima tower Bandara Mozes Kilangin Timika. Namun, meski lokasi telah ditemukan, operasi pencarian harus dihentikan karena cuaca buruk. 

“Cuaca di wilayah Pegunungan Papua sangat ekstrem, dan kerap berubah-ubah, sehingga jika sudah sore hari tidak lagi terbang,” katanya. Meski begitu satu helikopter Cooper M17 yang mengangkut 18 tim pencari sudah terbang menuju Kampung Jila, yang diperkirakan dekat dengan lokasi jatuhnya pesawat. 

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah pesawat jenis Karebo PK-SWW milik Pemda Kabupaten Puncak dikabarkan hilang saat terbang dari Timika menuju Ilaga, Ibukota Puncak, Senin pagi, 31 Oktober 2016.

Kapal yang mengangkut bahan bangunan tersebut dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.15 WIT. “Take off pukul 07.57 WIT,  dikabarkan hilang kontak pukul 08.15 WIT,” kata Kombes Patrige Renwarin, Senin siang, 31 Oktober 2016. 

Kombes Patrige mengatakan pesawat tersebut take off dari bandara baru Mozes Kilangan Timika dengan membawa kargo plat besi gorong gorong menuju kabupaten Puncak Ilaga. 

Pesawat milik Perkumpulan penerbangan Alfa Indonesia ini membawa empat awak, yakni Pilot (Parhat), Copilot (Fendi), mekanik (Steven) dan FOO (Endri Baringin). Pesawat tersebut berjenis DHC 4A PK-SWW.

Berdasarkan kontak terakhir, posisi pesawat terakhir diperkirakan berada di 04°09’27”S dan 137°32’99”E atau pada koordinat 04 10’92”S dan 137 32’76”E. Sementara penyebab hilangnya kontak masih diselidiki.

Sebelumnya sebuah helikopter B3 PK-INA mengalami kecelakan saat landing di kabupaten Nduga, Minggu 30 Oktober. Saat ini penyebab kecelakaan helikopter ini pun masih dalam penyelidikan. —Rappler.com