Manchester City vs Barcelona: Menjaga marwah tuan rumah

Agung Putu Iskandar
Jangan sampai pembantaian Catalonia terulang.

Barcelona siap merebut gelar juara Copa Del Rey untuk melengkapi trofi La Liga mereka musim ini. Foto dari Twitter/@FCBarcelona

JAKARTA, Indonesia — Lima kali bentrok melawan Barcelona, lima kali pula Manchester City harus menelan kekalahan. Kini, dalam pertemuan keenam mereka di ajang Liga Champions, apa yang bisa dilakukan rival sekota Manchester United tersebut?

Seperti yang diungkapkan manajer City, Josep “Pep” Guardiola, sebelum leg pertama digelar di Camp Nou, melawan klub Catalan itu tak ubahnya melawan mesin. Mereka seperti tanpa cela mengalahkan lawan-lawannya.

Guardiola tidak berlebihan. Sebagai pelatih yang membawa kesuksesan besar di rival abadi Real Madrid tersebut, filosofi permainan Barca sudah mapan. Siapapun pelatihnya, mereka akan tetap menjelma menjadi raksasa Spanyol dan Eropa. 

Kehadiran pelatih baru hanya untuk memberi tekanan pada sisi tertentu. Penyerang Barca, Lionel Messi, juga mengakuinya. Menurut Messi, siapapun pelatih yang datang ke Camp Nou, tak banyak perubahan yang dilakukan. Terutama dalam hal sistem permainan jawara 5 kali Liga Champions tersebut. 

“Setiap pelatih yang datang membuat perubahan dan ingin tim bermain seperti yang mereka inginkan,” kata Messi seperti dikutip Marca.

Sejak Guardiola hengkang pada 2012, Barca sudah berganti 3 pelatih. Mereka adalah mendiang Tito Vilanova; Gerardo Martino; dan pelatih yang sudah memasuki musim keduanya, Luis Enrique. Semua pelatih membawa sejumlah perbedaan.

Karena itu, Guardiola tetap bakal kesulitan mengenali permainan Barca saat ini. Apalagi, gaya permainan Enrique dan Guardiola sangat berbeda. “Bersama Enrique, kami lebih agresif dan menyerang dengan kecepatan. Bersama Guardiola, tidak terlalu banyak serangan balik,” kata Messi.

Perubahan-perubahan di Barca itulah yang tak bisa diantisipasi Guardiola. Dua tim sudah dia bawa ke hadapan Andres Iniesta dan kawan-kawan. Dua-duanya tetap harus merasakan pil pahit kekalahan.

Sebelum City, pelatih kelahiran Santpedor tersebut juga tak bisa berbuat banyak dengan Bayern Muenchen. Tim Bavaria itu memang menang 3-2 di kandang, tapi mereka dilibas tiga gol tanpa balas di Camp Nou. 

Bersama City, Guardiola sudah merasakan pahitnya pembantaian Blaugrana. Mereka dihajar 0-4 di kandang keramat Catalonia tersebut. Pada Rabu, 2 November pukul 02:45 WIB dini hari, giliran Barca yang bertamu ke Etihad Stadium. Apakah kali ini tim tuan rumah bisa membuat perbedaan?

Produktivitas Barca menurun di laga tandang

Harus diakui, mengalahkan Barcelona adalah misi mustahil bagi City. Bahkan meski mereka bermain di kandang. Di depan fans The Citizens, City pernah dibantai 0-2 dan 1-2 di ajang yang sama.

Namun, motivasi kali ini seharusnya berbeda. Dua kekalahan tersebut terjadi di era manajer Manuel Pellegrini. Bersama Guardiola, sisi biru Manchester tersebut harus bisa berbuat lebih. Mereka harus menjaga marwah alias kehormatan diri di depan pendukungnya. 

Peluang untuk melakukannya cukup terbuka. Guardiola pernah mengalahkan Barca saat menukangi Bayern. Philipp Lahm dan kawan-kawan membekuk Barca 3-2. 

Selain itu, produktivitas Barca setiap kali bertandang ke Etihad tak setinggi saat bermain di kandang. Sepanjang bentrok kedua tim, Barca hanya mampu mencetak 4 gol. Sebaliknya, jika bermain di Camp Nou, mereka menggila dengan 6 gol. 

Memang, tuan rumah tidak dalam kondisi ideal. Kiper andalan, Claudio Bravo, harus absen karena sanksi kartu merah di laga perdana. Terpaksa tim harus memasang kiper kedua, Willy Caballero. 

Namun, kepercayaan diri tim sedikit meningkat. Sebab, Guardiola sudah memberi tanda bakal memasang striker Sergio Aguero. Bomber Argentina tersebut tidak masuk dalam starting eleven di laga pertama. Alasan Guardiola, dia hanya ingin meningkatkan level performa mantan menantu Maradona tersebut.

Kali ini, Guardiola tak punya pilihan lagi. Dia harus memasang Aguero sebagai pilihan terbaik di lini depan. Apalagi, Kun Aguero—sebutannya—memborong 2 gol saat mereka membantai West Bromwich Albion 4-0 di Liga Primer Inggris. 

Lantas, apa reaksi Barca dengan keputusan tersebut?

“Permainan tidak akan berubah hanya karena mereka memasang Aguero. Kami semua sangat mengenal gaya bermainnya. Secara keseluruhan permainan tak banyak berubah dan kami akan tetap tenang menghadapinya,” kata Enrique .—Rappler.com