LINI MASA: Demo tolak Ahok dari waktu ke waktu

Rappler.com
Sejak awal memimpin ibu kota sebagai wakil gubernur, berbagai aksi penolakan sudah bermunculan.

ANAK. Seorang pengunjuk rasa menggendong anak saat bergerak ke Balai Kota. Foto oleh Zachary Lee/Rappler.

JAKARTA, Indonesia – Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama bolehlah disebut sebagai politisi kontroversial di Indonesia. Sebab, sejak awal memimpin ibu kota sebagai wakil gubernur DKI Jakarta, berbagai aksi penolakan terhadapnya sudah bermunculan.

Berikut lini masa demo tolak Ahok yang pernah dan akan berlangsung hingga tahun 2016 ini:

4 November 2016

Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah ribuan massa dari organisasi masyarakat (ormas) Islam lainnya akan mendatangi Istana Negara untuk menggelar demonstrasi terkait dugaan penistaan agama oleh Ahok.

Ketua Umum FPI Muhammad Rizieq Shihab mengimbau perkantoran dan sekolah untuk meliburkan diri pada tanggal tersebut. Sebanyak 8 ribu personel diturunkan untuk mengantisipasi aksi yang disebut akan dihadiri ratusan ribu orang itu.

14 Oktober 2016

Ribuan orang dari ormas keagamaan seperti  (FPI), Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi), Forum Betawi Bersatu (FBB), dan Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) menggelar aksi menentang Ahok, masih atas dugaan penistaan agama.

Pada kesempatan ini, hadir pula berbagai tokoh masyarakat dan politisi seperti Amien Rais, Yusril Ihza Mahendra, dan lain-lain. Meski tidak ada tindak kekerasan yang dilakukan, aksi ini berakibat rusaknya taman di sekitar Balai Kota DKI Jakarta.

Bagaimanapun juga, selama beraksi, massa meneriakkan berbagai kalimat provokatif seperti ‘bunuh.’

4 September 2016

Kali ini giliran Hizbut Tahrir serta Barisan RT dan RW Se-Jakarta beraksi di car free day Jakarta. Mereka mengamuk lantaran Ahok sempat melontarkan pernyataan larangan memotong hewan kurban di masjid atau di sembarang tempat. Dia mempertimbangkan alasan kesehatan dan lingkungan. 

Menurut ribuan orang ini, agenda memotong hewan di masjid saat Idul Adha adalah kebudayaan dan syariat yang pihaknya percayai. Seharusnya Ahok tak perlu melarang.

4 April 2016

Para pengunjuk rasa yaitu FPI dan GMJ melakukan protes di gedung KPK dan di gedung DPRD. Ketua FPI Rizieq Shihab dalam protes itu mengatakan, “Intinya, tangkap Ahok karena korupsi.”

Dalam pertemuan dengan wakil ketua KPK Saut Aritonang, FPI menuduh Gubernur DKI Jakarta yang biasa dipanggil Ahok itu tersangkut tiga kasus yang merugikan negara termasuk tiga blok apartemen, Trans Jakarta, dan pengadaan tanah untuk Rumah Sakit Sumber Waras.

24 Maret 2015

Kali ini sekitar 100 orang dari Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) yang menolak kepemimpinan Ahok menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Hadir pula Front Pembela Islam (FPI) mengikuti aksi ini. Dalam aksinya, mereka meneriakkan dukungan terhadap hak angket DPRD DKI Jakarta. Massa juga mengecam sikap Ahok di tengah kisruh APBD DKI Jakarta. 

Massa aksi juga menggelar doa bersama di trotoar gedung DPRD DKI Jakarta sebagai bentuk protes terhadap mantan Bupati Belitung Timur itu. 

Sementara itu, 500 personel kepolisian dari Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Pusat mengawal jalannya aksi penolakan.

10 November 2014

Front Pembela Islam (FPI) kembali berunjuk rasa menolak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, Ahok yang berstatus sebagai pelaksana tugas akan dilantik secara resmi dalam waktu dekat.

Massa FPI beramai-ramai bernyanyi menyatakan penolakannya dipimpin Ahok. Mereka bahkan dengan emosi meminta agar Ahok keluar dari Jakarta. “Usir, usir si Ahok dari Jakarta,” ujar massa.

Di sinilah kemudian FPI dan sejumlah ormas lainnya memunculkan isu akan mengusung gubernur tandingan.

3 Oktober 2014

Demo FPI yang berlangsung di depan kantor DPRD Jakarta ini berlangsung ricuh.

Dalam demo itu, sebanyak 16 polisi terluka, termasuk Kepala Polsek Gambir Ajun Komisaris Besar Putu Putera Sadana. Bahkan beberapa ada yang harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif. Akibatnya, anggota FPI, yakni Habib Selon, dipidana karena dituding sebagai provokator ricuh.

Alasan demo sendiri masih menolak Ahok dilantik sebagai gubernur DKI Jakarta, karena ia keturunan Tionghoa dan bukan umat muslim.

Setelah kejadian ini, FPI dan ormas lainnya secara rutin menggelar aksi demo tolak Ahok setiap Jumat.

9 Oktober 2012

FPI dengan lantangnya menyebut Ahok di luar Islam dan tidak pantas memimpin 12 tugas yang berkaitan langsung dengan umat Islam. Saat itu, Ahok menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta mendampingi Gubernur Joko “Jokowi” Widodo.

Namun, kali ini FPI menawarkan solusi, yakni Ahok tidak menjabat Wagub DKI atau Ahok bersedia masuk Islam.-Rappler.com