Presiden undang ulama ke istana, apa isi pertemuan mereka?

Rappler.com
Presiden Jokowi tidak akan mengintervensi kasus dugaan penistaan ayat suci yang diduga dilakukan Ahok

Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan para ulama di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (1/11). Foto oleh Widodo S. Jusuf/ANTARA

JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo hari ini mengundang sejumlah ulama ke Istana Negara. Hadir dalam pertemuan para tokoh ulama dari Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah.  

Pertemuan yang berlangsung pada pukul 10.30 wib itu berlangsung secara formal. Presiden Jokowi membuka pertemuan dengan mengutarakan maksud dan tujuannya mengundang para ulama ke istana.

Presiden Jokowi, antara lain, meminta agar para ulama untuk terus merawat kebhinekaan dan menjaga kerukunan umat yang selama ini telah terjalin. Para ulama juga diminta menyejukkan suasana, bukan sebaliknya.

Setelah itu Ketua Umum MUI Maruf Amin, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Agil Siraj, dan Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan pendapat mereka tentang kasus dugaan penistaan ayat suci yang diduga dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama.

“Singkatnya, semua tokoh agama menyampaikan bahwa proses hukum harus dilakukan dengan adil dan berkeadilan,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Saat itu, Dahnil melanjutkan, Presiden Jokowi menjawab dirinya tidak akan melindungi Ahok dengan mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan. “Pak Presiden menyatakan sebagai Presiden saya tidak akan melakukan intervensi apapun terhadap proses hukum, kalau tidak berjalan dengan baik baru saya turun tangan,” kata Dahnil menirukan ucapan Presiden Jokowi.

Pada kesempatan tersebut, Dahnil sempat mengajukan pertanyaan kepada Presiden Jokowi. “Mengapa pagi ini yang tokoh-tokoh agama yang diundang pada hanya dari Muhammadiyah, MUI dan NU?” tanya Dahnil kepada Presiden.

Saat itu, menurut Dahnil, Presiden Jokowi tidak menjawab dengan tegas pertanyaannya. Namun ia tetap senang karena bisa menyampaikan pesan dan kritik secara langsung ke presiden. “Walau tidak dijawab dengan terang,” katanya. —Rappler.com