Polda Metro akan turunkan polwan berhijab pada demo 4 November

Rappler.com
Polwan berhijab diharapkan menjadi garda terdepan dan negosiator terhadap pengunjuk rasa

Anggota Brimob beraktivitas di aula kantor Balai Kota DKI Jakarta, pada 1 November 2016, guna mengamankan aksi demonstrasi 4 November terkait dugaan penistaan agama. Foto oleh Muhammad Adimaja/Antara  

JAKARTA, Indonesia — Polda Metro Jaya akan mengerahkan 300 polisi wanita (polwan) berhijab sebagai garda terdepan dan negosiator dengan pengunjuk rasa pada Jumat, 4 November, mendatang.

“Kehadiran polwan berhijab diharapkan menurunkan tensi pendemo,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono, pada Rabu, 2 November.

Ia mengatakan tugas polwan berkerudung adalah untuk melakukan pendekatan persuasif dan dialog dengan pengunjuk rasa.

Seperti diketahui, akan ada aksi demo besar-besaran yang digelar pada 4 November. Sejumlah ormas berbasis keagamaan, termasuk Front Pembela Islam (FPI), akan menggelar aksi unjuk rasa terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama.

Pada bulan lalu, dalam sebuah pidato di hadapan warga Kepulauan Seribu, Ahok mengutip Surat Al-Maidah ayat 51 dari Al-Qur’an. Potongan videonya pun menjadi viral di media sosial beberapa hari kemudian.

Sekitar ribuan demonstran akan berunjuk rasa dari Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat menuju Istana Negara dan Balai Kota DKI Jakarta. Mereka menuntut Ahok diproses hukum atas pernyataannya dan juga meminta Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk menurunkan Ahok dari jabatannya.

Berbagai upaya dilakukan Polri untuk menyiapkan pengamanan aksi organisasi keagamaan itu, seperti Polda Jawa Barat yang menurunkan sejumlah anggota Satuan Brimob bersorban.

Anggota Satbrimobda Jawa Barat itu akan membacakan shalawat sebagai aksi simpatik terhadap pengunjuk rasa.

Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa atau pengalihan arus saat terjadi kepadatan di lokasi unjuk rasa sekitar Istana Kepresidenan dan Silang Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat.

Polri akan dibantu TNI dan instansi lainnya mensiagakan sekitar 18.000 personel guna mengamankan aksi tersebut. —Antara/Rappler.com