Kapal tenggelam di Batam, 44 penumpang masih hilang

Rappler.com
Pencarian melibatkan 280 personil gabungan

 Tim Basarnas memimpin pencarian 39 korban hilang dalam insiden tenggelamnya kapal di Perairan Banten, Kamis (3/11). Foto diambil dari @Sutopo_BNPB/Twitter

JAKARTA, Indonesia – Badan SAR Nasional (Basarnas) kembali melakukan pencarian korban yang hilang dalam insiden tenggelamnya kapal pengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Perairan Tanjung Bemban, Batu Besar Perairan Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu dinihari.

“Evakuasi dilanjutkan pagi ini. Sebanyak 280 personil gabungan dikerahkan di bawah komando Basarnas,” tulis Kepala Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam akun twitternya, Kamis 3 November 2016.

Menurut Sutopo, kapal yang tenggelam mengangkut tak kurang dari 101 penumpang —sebelumnya jumlah penumpang disebut 93 orang. Sebanyak 39 dari mereka selamat, 18 tewas, dan 44 lainnya masih dalam pencarian. “18 yang tewas sudah diidentifikasi,” tulis Sutopo.

Sejak Kamis pagi ini tim Basarnas sudah mulai melakukan pencarian lagi. Namun mereka masih terkendala arus kencang di Perairan Batam. Cuaca dan arus juga tidak mendukung. “Posko darurat sudah didirikan untuk mengatur strategi evakuasi,” lanjut Sutopo.

Membentur karang

Kapal nahas tersebut diketahui berangkat dari pelabuhan Johor pada Rabu, 2 November, pukul 03.40 waktu Malaysia. Sekitar pukul 05.00 Wib, kapal melintasi perairan Tanjung Bemban Batu Besar dan menabrak karang sehingga oleng kemudian tenggelam.

Seorang warga Teluk Mata Ikan bernama Riza yang tinggal tak jauh dari lokasi tenggelamnya kapal mengatakan saat peristiwa berlangsung, kondisi di Tanjung Bembam Batu Besar sedang hujan deras disertai angin.

“Mungkin itu yang menyebabkan kapal tenggelam. Anginnya memang kencang tadi pagi,” kata dia. “Cuaca buruk tidak aman untuk perahu-perahu kecil.”

Sutopo membenarkan dugaan tenggelamnya kapal karena membentur karang saat terjadi badai. 

—dengan laporan ANTARA/Rappler.com