Kedutaan asing peringatkan warganya jauhi lokasi demo 4 November

Rappler.com
Kedutaan asing turut mengingatkan adanya potensi serangan teror dalam aksi demonstrasi. Namun, pemerintah menjamin situasi di Indonesia tetap aman

PENJAGAAN. Sejumlah anggota Brimob melakukan penjagaan di halaman kantor Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta, Selasa, 1 November. Foto oleh Muhammad Adimaja/ANTARA

JAKARTA, Indonesia – Pemerintah negara asing melalui kedutaannya di Jakarta memperingatkan warganya untuk tidak mendekati lokasi demonstrasi pada Jumat, 4 November. Hal itu dilakukan demi keselamatan warga mereka masing-masing yang tengah bermukim di Indonesia, khususnya Jakarta.

Beberapa negara yang memberikan notifikasi bagi warganya antara lain Amerika Serikat, Australia, Singapura dan Malaysia. Melalui situsnya, Pemerintah Negeri Paman Sam menjelaskan dengan detail rute demonstrasi yang berlangsung esok. Bahkan, mereka turut menginformasikan jika unjuk rasa serupa terjadi di kota lain seperti Medan dan Surabaya.

“Warga Amerika Serikat diperingatkan bahwa demonstrasi yang semula direncanakan damai bisa saja berubah menjadi ricuh dan berakhir dengan tindak kekerasan. Oleh sebab itu, Anda harus menghindari area tempat terjadinya demonstrasi dan berhati-hati jika tengah berada di dekat lokasi,” tulis Kedubes AS dalam situs mereka pada Kamis, 3 November.

Pemerintah AS juga menutup layanan konsuler di kedutaan dan konsulat jenderal mereka yang berada di Indonesia pada Jumat esok. Tujuannya, untuk mengurangi dampak yang diakibatkan oleh unjuk rasa seperti kemacetan lalu lintas yang parah.

Sementara, Pemerintah Australia memberikan indikasi peringatan tingkat tinggi bagi warga mereka yang tinggal di Indonesia. Aksi demonstrasi pada tanggal 4 November dinilai oleh Pemerintah Negeri Kanguru dapat digunakan oleh kelompok ekstrimis untuk berbuat kericuhan.

Negeri Kanguru dengan jelas juga menyebut adanya kemungkinan ancaman serangan teroris dalam aksi tersebut.

“Kami sangat menganjurkan Anda berhati-hati ketika beraktivitas di Jakarta hari itu. Tetap pertahankan kewaspadaan dan tingkat keamanan. Secara umum, notifikasi yang pernah kami berikan tidak berubah,” kata Kedutaan Australia dalam situsnya pada Kamis, 3 November.

Mereka juga menyebut adanya informasi yang mengindikasikan para teroris mungkin akan melakukan serangan di Indonesia, khususnya pasca tragedi bom Thamrin pada tanggal 14 Januari lalu.

Pemerintah Singapura turut meminta warganya yang berada di Indonesia berhati-hati dan mengambil langkah pencegahan demi keamanan pribadi mereka. Bagi warga Singapura yang berencana untuk berkunjung ke Indonesia pada Jumat esok, pemerintah menyarankan untuk terus memantau media dan perkembangan aksi demonstrasi.

Senada dengan tiga negara lainnya, Pemerintah Malaysia turut meminta warga mereka untuk tidak berada di sepanjang area Monas dan Masjid Istiqlal pada Jumat esok. Jika tidak, mereka dikhawatirkan akan terjebak dalam unjuk rasa tersebut.

Hal yang wajar

Sementara, juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan himbauan yang dikeluarkan pemerintah negara asing menjelang demonstrasi esok sebagai sesuatu yang wajar. Pemerintah Indonesia pun akan mengambil kebijakan serupa bagi WNI yang bermukim di luar negeri, jika terjadi aksi demonstrasi besar.

“Itu kan sudah merupakan tanggung jawab suatu negara dalam melindungi warga mereka. Suatu hal yang wajar. Jangan kan perwakilan negara asing, tetapi perkantoran kan juga mengimbau karyawannya agar tidak ke area itu,” ujar Arrmanatha ketika memberikan keterangan pers di kantor Kemlu pada Kamis, 3 November.

Pemerintah juga sudah menjamin situasi di Indonesia akan tetap aman walaupun ibukota dikepung aksi demonstrasi. Oleh sebab itu, Presiden Joko “Jokowi” Widodo meminta agar warga tetap beraktivitas seperti biasa.

“Bekerja seperti biasanya (saja). Yang (aktivitasnya) sekolah ya sekolah seperti biasanya,” kata Jokowi kepada media di Istana Merdeka.

Wakil Presiden Jusuf “JK” Kalla yang turut mendampingi Jokowi mengaku akan mendengarkan apa pun aspirasi dari demonstran. Maka, dia meminta kepada para demonstran untuk tidak berbuat rusuh pada Jumat esok. Apalagi, Jumat dinilai sebagai hari di mana umat Muslim menunaikan ibadah salat Jumat.

“Kalau ada tadi (aspirasi) secara demokratis disampaikan secara baik-baik, pasti pemerintah mendengarkan. Kalau masalahnya seperti (kasus) Ahok, kan Ahok sudah diperiksa. Begitu juga saksi-saksinya,” ujar JK.

Kapolri pun, JK melanjutkan, sudah berjanji akan betul-betul memeriksa kasus tersebut sesuai dengan harapan masyarakat.

“Jadi, bagi Presiden dan saya, ya dijalankan saja demokrasi yang baik, bersahabat dan kalem. Insya Allah aman,” tutur dia.

JK turut meminta agar publik berhati-hati, jangan sampai aksi demonstrasi esok justru disusupi kepentingan tertentu. Menurutnya, jika ada penyusupan, maka hal itu bisa berdampak kepada kehidupan perekonomian di Tanah Air. Dia khawatir hal tersebut akan menyusahkan rakyat. – dengan laporan Santi Dewi/Rappler.com