Menanti rejeki dari unjuk rasa

Uni Lubis
Meski aksi unjuk rasa kerap mengundang cibiran dari masyarakat, tak sedikit yang berharap mendapat rezeki dari sana.

MENANTI REJEKI. Diva dan Adir, pedagang kaki lima (PKL) menanti pendemo untuk membeli jualan mereka. Foto oleh Uni Lubis/Rappler.

JAKARTA, Indonesia – Meski aksi unjuk rasa kerap mengundang cibiran dari masyarakat, tak sedikit yang berharap mendapat rezeki dari sana. Seperti para pedagang kopi keliling atau dikenal juga sebagai Starbucks keliling (Starling).

Seperti Diva dan Adri, berbekal termos, gelas plastik, dan berbagai jenis minuman instan, mereka menanti para pendemo membeli jualan mereka di trotoar dekat Patung Arjuna Wijaya di persimpangan Jalan M. H. Thamrin dan Jalan Medan Merdeka. “Kami dari Madura, tinggal di sini. Biasa jualan di Monas,” kata Diva kepada Rappler pada Jumat, 4 November 2016.

JUALAN DIVA. Foto oleh Uni Lubis/Rappler.

Karena berharap banyak pada demo yang diprediksi akan diikuti puluhan ribu orang ini, Diva berutang Rp 200 ribu untuk modal. Harapannya, keuntungan mereka yang biasanya hanya Rp 50-100 ribu per hari, bisa membengkak berkali-kali lipat.

Namun, ada sedikit kekhawatiran rencana tersebut bisa berantakan. “Lihat panitia demo sudah menyiapkan air mineral untuk peserta banyak banget,” kata dia.

Untungnya, demo tidak hanya akan dipenuhi oleh para peserta aksi saja. Ada juga jurnalis, warga yang penasaran ingin menonton, maupun mereka yang mungkin tidak berkepentingan tapi terjebak di area unjuk rasa.

Selain itu, Diva juga sudah menyiapkan beberapa mie instan cup, untuk dijual ke mereka yang perutnya keroncongan.

“Kami berharap dapat banyak dari jurnalis,” kata Diva, seperti Rappler yang menjadi pelanggan pertamanya hari ini.-Rappler.com

Baca juga: