Arifin Ilham kirim 1.500 santri untuk demo hari ini

Santi Dewi
Uang sewa bus sebesar Rp 75 juta

JAKARTA, Indonesia – Pengelola Pesantren Az-Zikra Arifin Ilham mengirimkan setidaknya 1.500 santri untuk ikut berujuk rasa menentang Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama hari ini.

Hal ini diungkapkan Agus, salah satu supir bus yang mengangkut para santri tersebut. “Tadi berangkat jam 7 pagi dari Az Zikra,” kata Agus kepada di Jakarta Pusat, Jumat 4 November.

Agus mengatakan ada 30 bus yang berangkat dari Pesantren Az Zikra di Bogor. Setiap bus mengangkut sekitar 50-60 santri. Sehingga total santri yang datang tak akan kurang dari 1.500 orang.

Transportasi ini, tentu saja, tak gratis. Agus mengatakan harga sewa per busnya sekitar Rp 2 – 2,5 juta. Jika diambil harga tertinggi, maka total harga sewa untuk 30 bus sebesar Rp 75 juta. “Itu sudah termasuk bensin,” kata Agus. 

Aksi unjuk rasa ini rencananya akan diikuti sekitar 100 ribu orang. Mereka akan bergerak setelah salat Jumat di Istiqlal. Agendanya, mereka akan ke Balai Kota, Bareskrim, dan Istana Negara.

Sebelumnya Imam Besar FPI Rizieq Shihab mengatakan aksi demo ini untuk menuntut agar polisi segera memproses hukum Gubernur Ahok yang dianggapnya telah melecehkan ayat suci.

Ahok diduga menodai ayat suci saat berkunjung ke Kepulauan Seribu pada 27 September lalu. Saat itu Ahok menyinggung Surat Al Maidah ayat 51. Ahok sendiri sebenarnya sudah meminta maaf.

Namun para pengunjuk rasa meminta Ahok diproses secara hukum. Rizieq bahkan mengatakan pihaknya telah membawa petisi untuk diserahkan kepada Presiden Joko Widodo di Istana hari ini. Isi petisi agar proses hukum terhadap Ahok disegerakan.

“Kalau ada langkah-langkah represif atau ada tindakan-tindakan yang membahayakan nyawa para peserta aksi, menyiksa mereka, menyakiti mereka, kami wajib melakukan pembelaan diri,” kata Rizieq. 

Menyikapi aksi unjuk rasa ini, Agus berharap unjuk rasa tak berakhir ricuh. Sebab para santri yang ia bawa bersikap tenang sepanjang perjalanan. “Tapi ga tau, kan bisa berubah,” katanya.

Agus sendiri tak bergabung dengan para pengunjuk rasa. Ia memilih menunggu mereka di bus.  —Rappler.com

Baca juga: