Aksi demo 4 November tanpa sampah

Santi Dewi
Pemulung bisa dapatkan Rp 50 ribu dari aksi demo hari ini

Pemulung memungut sampah yang ditinggalkan massa demo pada 4 November 2016. Foto oleh Santi Dewi/Rappler

JAKARTA, Indonesia — Massa demonstrasi hari ini tak mau mengulangi insiden yang terjadi pada aksi dua pekan lalu, meninggalkan sampah di lokasi dan menjadi bahan cemoohan di media sosial.

Usai melaksanakan ibadah salat Jumat, pada 4 November, massa diperingatkan untuk kembali memungut sampah dan membuangnya ke tempat yang telah disediakan. 

Di Masjid Istiqlal, misalnya, saking banyaknya pengunjuk rasa yang datang, jemaat harus menjalankan ibadah hingga ke halaman luar masjid. Otomatis mereka menggunakan koran sebagai alas untuk salat.

Di lokasi lain seperti Balai Kota DKI Jakarta yang menjadi salah satu titik kumpul demonstrasi hari ini, pendemo juga diminta untuk kembali memungut sampah. 

“Kita ingin ini jadi aksi yang bersih dan tidak menyampah,” kata salah seorang demonstran yang memegang pengeras suara.

Demonstran membersihkan koran bekas alas salat Jumat di halaman Masjid Istiqlal, pada 4 November 2016. Foto oleh Sakinah Haniy/Rappler

Pada demonstrasi sebelumnya, Jumat, 14 Oktober lalu, ribuan massa dituding meninggalkan sampah berserakan di jalanan yang mereka lalui. Bahkan dituduh sebagai perusak tanaman di depan Balai Kota.

Belajar dari pengalaman, kali ini mereka tampaknya sudah menyiapkan pembuangan sampah dengan lebih baik.

Salah seorang pendemonstran, dalam aksinya juga mengingatkan rekan-rekannya, “Saudara-saudara, jangan injak taman karena nanti kita akan di-bully“.

Begitu pula dengan kebersihan yang dijaga di depan Istana Negara usai salat Jumat.

Sementara itu, pemulung pun mulai beraksi dan terlihat mengambil sampah-sampah yang ditinggalkan massa yang sudah bergerak menuju lokasi berikutnya.

Pemulung sampah plastik, Abdullah Hakim, mengaku diuntungkan dari aksi demo hari ini. 

Dari hasil memungut sampah plastik di depan Stasiun Gambir saja, ia sudah mendapatkan sekitar 3 kilogram sampah. Biasanya ia harus memungut sampah seharian di beberapa titik di Jakarta untuk mendapatkan jumlah sebanyak itu.

Ia mengatakan kepada Rappler bahwa ia bisa mendapatkan setidaknya Rp 50 ribu dari aksi demo hari ini. Pada hari-hari biasanya, ia hanya bisa membawa pulang Rp 35 ribu. —Dengan laporan Sakinah Ummu Haniy & Uni Lubis/Rappler.com