Korean shows

Pengunjuk rasa mulai merangsek ke Istana

Rappler.com
Istana akan menerima perwakilan pengunjuk rasa

Pasukan Asmaul Husna duduk bersila di depan para demonstran di depan Istana Negara, Jumat (4/11). Foto oleh Santi Dewi/Rappler

JAKARTA, Indonesia – Ribuan pengunjuk rasa dari berbagai ormas Islam mulai merangsek ke depan Istana Negara. Mereka menuntut agar Gubernur DKI Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama segera diproses hukum karena dianggap telah menghina ayat suci.

Sebagian besar pengunjuk rasa memakai kopiah dan koko berwarna putih. Mereka memenuhi ruas jalan Medan Merdeka Barat menuju Istana Negara. Beberapa di antara mereka membawa bendera berlambang ormas, sebagian lainnya mengibarkan bendera merah-putih.

Di depan Istana Negara, mereka disambut pasukan Brimob Asmaul Husna. Pasukan ini berjumlah sekitar 500 orang. Mereka duduk bersila sambil mengumandangkan nama-nama Allah dan bershalawat.

Mereka seolah tak terusik dengan teriakan “Tangkap Ahok” dan “Allahu Akbar” yang diteriakkan para demonstran. Pasukan Asmaul Husna memang diterjunkan untuk meredam pengunjuk rasa dengan tanpa kekerasan. 

Ribuan pengunjuk rasa yang menyemuti Istana ini menuntut pemerintah untuk memproses Ahok secara hukum. Ahok dinilai telah menistakan Surat Al Maidah ayat 51 saat berkunjung ke Kepulauan Seribu pada 27 September lalu.

“Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu enggak bisa pilih saya. Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51, macam-macam itu.” kata Ahok saat itu.

Ucapan Ahok menjadi ramai setelah cuplikan rekaman video tersebut beredar di internet. Banyak yang menganggap Ahok telah menghina ayat suci. Bahkan ada yang melaporkannya ke polisi.

Ahok sendiri telah meminta maaaf atas ucapannya tersebut. Namun maaf saya sepertinya tak cukup. Pengunjuk rasa menuntut Ahok diproses secara hukum. Di Istana, mereka akan menyerahkan petisi tuntutan tersebut.

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Istana akan menerima 25 perwakilan pengunjuk rasa. Namun bukan Presiden yang akan menjamu mereka, melainkan Mengeri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Menteri Sekretaris Negara, dan Menteri Agama. —Rappler.com

Baca juga: