PH collegiate sports

Status Ahok diumumkan besok, bagaimana kemungkinannya?

Rappler.com
"Hasil gelar perkara hari ini akan diumumkan besok pukul 11.00 WIB."

Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono memimpin gelar perkara dugaan kasus penistaan agama di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/11). Foto oleh Muhammad Adimaja/ANTARA

JAKARTA, Indonesia –  Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan hasil gelar perkara kasus penodaan agama yang diduga dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama akan diumumkan besok.

“Hasil gelar perkara hari ini akan diumumkan besok pukul 11.00 WIB,” kata Boy Rafli Amar kepada media di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa 15 November 2016.

Bareskrim Mabes Polri hari ini melakukan gelar perkara kasus dugaan penodaan agama yang diduga dilakukan Ahok saat berkunjung ke Kepulauan Seribu pada 27 September lalu.

Sebanyak 18 saksi ahli dari pihak pelapor dan terlapor telah menyampaikan pendapat mereka. 7 dari 18 saksi tersebut dihadirkan oleh pihak kepolisian, 6 saksi ahli dari pelapor, dan 5 ahli dari terlapor.

Setelah menerima masukan dari para ahli, Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto dan timnya segera mengambil kesimpulan. Apakah Ahok akan dijadikan tersangka atau justru dibebaskan dari segala tuduhan, akan terjawab besok.

Kasus ini bermula ketika Ahok menyinggung Surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu. Saat itu Ahok berkata, “Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu enggak bisa pilih saya. Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51.”

Ucapan Ahok menjadi ramai setelah cuplikan rekaman video tersebut beredar di internet. Banyak yang menganggap Ahok telah menghina ayat suci. Bahkan ada yang melaporkannya ke polisi.

Ribuan orang juga turun ke jalan pada 14 Oktober dan 14 November untuk meminta polisi segera memproses kasus ini hingga tuntas. Tuntutan mereka akan terjawab besok, saat polisi mengumumkan hasil gelar perkara.

Jika Ahok dinyatakan bersalah telah melakukan penodaan agama, maka statusnya akan menjadi tersangka. Kasus ini pun akan bergulir hingga ke pengadilan. 

Sementara jika ucapan Ahok di Kepulauan Seribu dianggap tidak menodai agama, maka kasus ini berhenti sampai di sini. Sebab, Ahok tidak bisa dilaporkan dua kali untuk kasus yang sama.

Ahok mengatakan dirinya siap menerima apapun keputusan yang akan diambil oleh polisi“Apapun putusannya saya pasti ikut, termasuk kalau jadi tersangka. Pun pasti yang terbaik,” kata Ahok di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, Senin 14 November 2016. —Rappler.com