Ahok jadi tersangka, tim sukses rumuskan strategi baru kampanye

Rappler.com
“Kami akan tetap blusukan karena Ahok-Djarot sudah membuktikan bukti.”

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mendengarkan pengaduan warga di Rumah Lembang, Jakarta, Rabu (16/11). Foto oleh Hafidz Mubarak/ANTARA

JAKARTA, Indonesia – Penetapan tersangka terhadap calon petahana Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dalam kasus penodaan agama membuat empat partai pendukungnya langsung menggelar rapat konsolidasi.

Rapat yang berlangsung tertutup di Rumah Borobudur, Jakarta Pusat, pada pukul 17.00 wib ini dihadiri perwakilan i empat partai pendukung duet Ahok-Djarot Saiful Hidayat, yakni Perjuangan (PDIP), Partai Golar, Partai Hanura, dan Partai Nasdem.

“Ini rapat rutin tim kampanye. Tentu saja titik beratnya ada pada konsolidasi tim kampanye serta partai pendukung kemudian merumuskan pola kampanye pasca Ahok ditetapkan sebagai tersangka,” kata Djarot Saiful di Rumah Borobudur, Rabu 16 November 2016.

Ahok ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penodaan agama oleh Bareskrim Mabes Polri pada Rabu, 16 November, pukul 10.00 wib. Ucapannya tentang Surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu pada 27 September dianggap menistakan ayat suci.

Djarot mengatakan empat partai pendukung tetap solid mengusung Ahok sebagai calon gubernur DKI Jakarta meski status Ahok kini telah menjadi tersangka. Ia bahkan optimistis akan memenangi pemilihan dalam satu putaran

Djarot tak menjelaskan strategi kampanye seperti apa yang akan dipakai timnya setelah Ahok ditetapkan sebagai tersangka. Seperti diketahui, kampanye Ahok dan Djarot seringkali mendapat penolakan dari sekelompok orang.

Namun juru bicara pasangan Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul, sebelumnya mengatakan Ahok dan Djarot akan tetap blusukan. “Kami akan tetap blusukan karena Ahok-Djarot sudah membuktikan bukti,” kata Ruhut. —dengan laporan ANTARA/Rappler.com