Twitter merilis tiga pembaruan penting terkait keamanan

Rappler.com
Twitter merilis tiga pembaruan penting terkait keamanan
Fitur membisukan (mute) kata dan frasa tertentu mulai aktif sejak Rabu, 16 November

JAKARTA, Indonesia – Tak bisa dipungkiri, Twitter adalah cara tercepat untuk mengetahui apa yang sedang terjadi dan diperbincangkan saat ini.

Hal yang membuat Twitter menjadi besar adalah keterbukaannya terhadap semua orang dan opini yang mereka miliki.

Meski demikian, Twitter melihat adanya potensi penyalahgunaan unsur keterbukaan tersebut untuk melakukan penghinaan kepada orang lain.

Jumlah aksi negatif terkait penghinaan, penekanan dan pelecehan di internet mengalami peningkatan selama beberapa tahun terakhir. Perilaku tersebut menghambat beberapa orang untuk bersuara di Twitter atau di mana saja.

Karena itulah, Rabu, 16 November, Twitter mengumumkan tiga pembaruan terkait dengan keamanan dan kenyamanan beraktivitas di Twitter.

Tiga hal tersebut mencakup area pengontrolan, pelaporan dan penegakan.

Pengontrolan

Sudah sejak lama, Twitter memiliki fitur membisukan (mute) yang memampukan pengguna meredam akun-akun dengan Tweet yang tidak ingin mereka lihat, tanpa berhenti mengikuti akun tersebut.

Sekarang Twitter memperluas fitur ini di area yang paling dibutuhkan pengguna yakni notifikasi. Mulai Rabu, 16 November, pengguna dapat mengaktifkan fitur “membisukan” untuk kata kunci dan frasa tertentu, bahkan rangkaian percakapan yang notifikasinya tidak ingin dilihat.

Foto dari Twitter Indonesia.

Foto dari Twitter Indonesia.

Pelaporan

Kebijakan perilaku kebencian Twitter melarang adanya aksi-aksi penuh kebencian yang mengecam orang lain berdasarkan ras, etnis, kebangsaan, orientasi seksual, gender, identitas, agama, usia, keterbatasan fisik, hingga penyakit-penyakit tertentu.

Karena itu, Twitter memberikan cara yang lebih praktis untuk melaporkan ketidaknyamanan yang menyasar diri pengguna, orang lain atau siapa saja yang mereka temukan di Twitter.

Foto dari Twitter Indonesia.

Penegakan

Twitter juga melatih kembali berbagai tim terkait untuk semakin mengerti kebijakan Twitter, termasuk mengadakan sesi khusus dengan pendekatan konteks budaya dan sejarah terhadap aksi penghinaan, serta menerapkan beberapa program penyegaran berkelanjutan.

Selain itu, Twitter juga telah memperbarui perangkat internal dan sistem agar dapat mengelola laporan lebih efektif. Tujuannya adalah agar dapat menjalankan proses dengan lebih cepat dan transparan. -Rappler.com.

Add a comment

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.