GNPF MUI: Ada aktor dan pemodal ingin memecah-belah

Santi Dewi
Munarman mengklaim aksi demo Bela Islam jilid 3 akan mempersatukan Indonesia

Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Rizieq Shihab (kanan) memberi keterangan pers di Jakarta, Sabtu (5/11). Foto oleh Puspa Perwitasari/ANTARA

JAKARTA, Indonesia – Koordinator aksi GNPF MUI Munarman mengatakan Aksi Bela Islam jilid tiga yang akan digelar pada 2 Desember tidak hanya untuk menuntut Gubernur Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama ditahan, tapi juga untuk memersatukan Indonesia.

Munarman menyebut saat ini ada aktor-aktor yang berusaha memecah belah dan mengadu domba elemen masyarakat. “Kami sudah tahu bahwa aktor-aktor itu digunakan untuk memprovokasi, memecah belah, karena yang selama ini mengendalikan Indonesia bersembunyi di balik layar,” kata Munarman dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat 18 Novembe 2016.

 

Munarman juga menyebut ada pemodal, lokal maupun Internasional, yang mencoba mengendalikan aparat penegak hukum di Indonesia. “Aksi ini untuk mendoakan Indonesia supaya selamat dan tidak dipermainkan oleh para pemodal, baik lokal maupun internasional, yang dengan kekuatan modalnya mencoba untuk membeli institusi aparat dan penegak hukum,” kata Munarman.

Munarman tak menyebut siapa aktor-aktor disebutnya berencana memecah belah persatuan Indonesia. Ia juga tak menyebutkan siapa pemodal lokal dan internasional yang diklaimnya sedang berusaha mengendalikan aparat penegak hukum.

Aksi unjuk rasa pada 2 Desember nanti rencananya akan digelar di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga ke jalan MH Thamrin, Jakarta. Munarman memastikan aksi ini akan berjalan secara damai. Salah satu kegiatan yang akan dilakukan dalam aksi ini adalah salat Jumat bersama. —Rappler.com