JAKARTA, Indonesia – Penanggung jawab panitia kegiatan Parade Bhinneka Tunggal Ika, Nong Darol Mahmada membantah pihaknya membagi-bagikan uang kepada peserta dalam aksi pagi tadi. Dia menyebut, jika ada pembagian maka hal itu terjadi tanpa sepengetahuannya.
“Kami sama sekali tidak membayar peserta. Justru sebaliknya peserta yang memberikan donasi untuk acara kami,” ujar Nong Darol yang dihubungi Rappler melalui pesan pendek pada Sabtu, 19 November.
Dia menjelaskan acara tersebut terbuka untuk siapa saja, sehingga panitia tidak melarang jika seandainya ada organisasi yang ingin ikut serta. Namun, syaratnya mereka tidak boleh membawa bendera dan atribut organisasi serta mengikuti kesepakatan dan materi acara.
“Ada satu organisasi yang memang menghubungi kami sehari setelah kami menggelar jumpa pers. Mereka mengatakan akan membawa massa 50 ribu orang. Saya mempersilakan, tetapi ya mematuhi aturan tadi,” kata Nong tanpa menjelaskan lebih lanjut organisasi apa yang menghubunginya sehari setelah jumpa pers di sebuah kafe di area Cikini.
Sementara, terkait dengan peserta yang tertangkap kamera tengah duduk di taman dan meninggalkan banyak sampah, panitia juga telah berupaya mencegah hal tersebut.
“Kami berkali-kali sudah berteriak dan menyampaikan kepada peserta agar massa membuang sampah pada tempatnya. Ada petugas khusus yang bertugas untuk menyisir sampah dan kami juga menyediakan sampah sebanyak-banyaknya,” tutur Nong.
Dia pun mengakui ada sebagian massa yang malah mengabaikan permintaan panitia dan terkesan sengaja tetap melakukannya.
Informasi mengenai adanya bagi-bagi uang ramai disebut di dunia maya dan media. Salah satu organisasi yang diduga memberikan uang kepada peserta adalah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Media menyebut HKTI menawarkan uang transportasi senilai Rp 150 ribu kepada peserta begitu tiba di Jakarta. Namun, Ketua Bidang Pemberdayaan Petani HKTI, Muhammad Arum Sabil membantah telah memobilisasi massa dan membayar sebesar Rp 150 ribu agar mereka ikut parade Bhinneka Tunggal Ika.
Menurut Arum, HKTI tidak mengerahkan petani untuk kegiatan politik.
Jumlah peserta mencapai ribuan
Tetapi, dalam penyelenggaraan acara tadi, Nong menilai semuanya berjalan lancar. Jumlah peserta parade Bhinneka Tunggal Ika juga jauh dari yang mereka targetkan yakni sekitar 100 ribu orang. Dari pantauan Rappler, ada sekitar 2.000 peserta yang ikut serta.
Mereka datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Jumlah ribuan pun tergolong bagus mengingat acara itu hanya disiapkan oleh panitia selama 5 hari saja. (BACA: Upaya rekatkan kembali Indonesia melalui parade Bhinneka Tunggal Ika)
“Itu pun sudah diliputi berita hoax. Tapi, kami cukup bangga karena acara ini cukup sukses,” katanya.
Dia berharap karena parade Bhinneka Tunggal Ika baru kali pertama diadakan, ke depan, bisa digelar di kota lain di seluruh Indonesia dan menjadi viral. – dengan laporan Santi Dewi/Rappler.com
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.