Besok, Ahok jalani pemeriksaan sebagai tersangka di Mabes Polri

Rappler.com
Pemeriksaan akan digelar pukul 09.00 wib

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberikan keterangan terkait penetapan Ahok sebagai tersangka di Rumah Lembang, Jakarta, Rabu (16/11). Foto oleh Hafidz Mubarak/ANTARA

JAKARTA, Indonesia – Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama akan menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama, Selasa 22 November 2016. 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli mengatakan pemeriksaan terhadap Ahok akan digelar di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

“Pemilihan (untuk pemeriksaan) yang dinilai paling tepat di gedung ini,” kata Boy Rafli di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 21 November 2016. Rencananya Ahok akan diperiksa pada pukul 09.00 wib.

Ini akan menjadi pemeriksaan pertama terhadap Ahok setelah statusnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penodaan agama oleh Bareskrim Mabes Polri pada Rabu pekan lalu.

Bareskrim saat itu menilai Ahok telah menodai agama melalui ucapannya tentang Surat Al Maidah ayat 51 saat berkunjung ke Kepulauan Seribu pada 27 September lalu. 

Saat itu Ahok berkata, “Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu enggak bisa pilih saya. Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51.” 

Keputusan menetapkan Ahok sebagai tersangka, menurut Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen Ari Dono Sukmanto, tak disepakati secara bulat oleh tim penyidik yang terdiri dari 27 orang.

“Meskipun tidak bulat, namun didominasi pendapat yang menyatakan perkara ini harus diselesaikan di peradilan yang terbuka,” kata Ari Dono.  

Kepala Polri Jenderal Polisi Tito Karnavian sebelumnya menjamin pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga dilimpahkan ke Kejaksaan. “Saya sebagai Kapolri memberikan jaminan itu ke kejaksaan,” kata Tito. —Rappler.com