PH collegiate sports

Kapolri: Ada upaya makar dalam aksi demo

Rappler.com
"Ada upaya-upaya tersembunyi dari kelompok-kelompok yang ingin masuk ke DPR dan mau kuasai DPR."

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkembangan terbaru teror bom Samarinda di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (14/11). Foto oleh Indrianto Eko Suwarso/ANTARA

JAKARTA, Indonesia – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengendus adanya rencana makar dalam aksi unjuk rasa yang akan digelar pada 25 November dan 2 Desember mendatang.

“Informasinya akan ada unjuk rasa di DPR. Namun ada upaya-upaya tersembunyi dari kelompok-kelompok yang ingin masuk ke DPR dan mau kuasai DPR,” kata Tito di Mabes Polri, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin 21 November.

Menurut Tito, upaya penguasaan DPR melanggar hukum yang diatur dalam 104 KUHP tentang Makar. Karenanya, lanjut Tito, TNI-Polri akan melakukan langkah antisipasi dari agenda terselubung tersebut.

“Kalau bermaksud menggulingkan pemerintah itu pasal makar. Kami akan perkuat gedung DPR-MPR. Rencana kontijensi, tegas terukur, sesuai UU akan tegakan hukum,” jelas Tito.

Tito juga memerintahkan seluruh kepala kepolisian daerah untuk mencegah jika ada arus massa menuju Jakarta. Ini untuk memudahkan polisi menangani massa yang akan berdemo di Jakarta‎.

“Kapolda Metro akan keluarkan maklumat larangan, akan diikuti kapolda-kapolda lain untuk melarang kantong-kantong massa diberangkatkan ke Jakarta, ” kata Tito. 

Sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) akan menggelar unjuk rasa pada 2 Desember. Mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ditahan karena telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penodaan agama. —Rappler.com