Polisi panggil Rizieq dan Munarman FPI dalam kasus Ahmad Dhani

Ursula Florene
Rizieq dan Munarman akan dimintai keterangan sebagai saksi atas terlapor Ahmad Dhani yang dituding menghina Presiden Jokowi

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab saat memenuhi panggilan Bareskrim Polri dalam kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Ahok, pada 3 November 2016. Foto oleh Puspa Perwitasari/Antara

JAKARTA, Indonesia — Kepolisian Daerah Metro Jaya memanggil dua orang anggota Front Pembela Islam (FPI) untuk pemeriksaan pada Kamis, 24 November.

Keduanya diketahui sebagai Ketua Umum FPI Rizieq Syihab dan juru bicara FPI Munarman. Isu ini pertama kali muncul saat FPI mengunggah foto surat pemanggilan di akun Twitter mereka.

Mohon doanya kepada seluruh umat Islam. Ulama kami sedang DIKRIMINALISASI oleh Centeng-Centeng Kompeni. Allahu Akbar!!!” tulis mereka. D

Meski demikian, juru bicara Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan keduanya hanya akan dimintai keterangan sebagai saksi.

“Mereka dipanggil sebagai saksi kasus Ahmad Dhani sebagai terlapor kasus penghinaan kepada penguasa,” kata Awi saat dihubungi Rappler, Senin malam.

Sebelumnya, Laskar Rakyat Jokowi (LRJ) dan Projo melaporkan musisi Ahmad Dhani dalam Laporan Polisi Nomor: LP /5423/XI/2016/PMJ/Dit Reskrimum 7 November 2016.

Ketua Umum LRJ Riano Oscha di Jakarta menuding Dhani melanggar Pasal 207 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penghinaan terhadap penguasa. Dhani dianggap telah melecehkan Presiden Joko “Jokowi” Widodo saat orasi Aksi Bela Islam pada 4 November lalu.

Dalam orasinya, Dhani mengatakan, “Saya sangat sedih punya Presiden yang tidak taat sama ulama. Ingin saya katakan anjing tapi tidak boleh. Ingin saya katakan babi tapi tidak boleh”.

Dhani diancam pidana penjara paling lama 1 tahun 6 bulan.—Rappler.com