Arsenal vs Paris Saint-Germain: Demi status juara grup

Agung Putu Iskandar
Arsenal vs Paris Saint-Germain: Demi status juara grup
Benarkah PSG lebih berambisi di Liga Champions dibanding Arsenal?

JAKARTA, Indonesia — Apa yang tersisa dari laga terakhir grup A Liga Champions antara Arsenal versus Paris Saint-Germain (PSG), Kamis, 24 November pukul 02.45 WIB dini hari? Kedua tim sudah memastikan lolos ke ronde kedua ajang sepak bola paling bergengsi di Benua Eropa tersebut. Dua tim lain juga tak mungkin mengejar, apapun yang terjadi dalam laga tersebut. 

Namun, meski sudah tak lagi menentukan, dua tim elit Inggris dan Perancis tersebut paling tidak bisa memperebutkan satu hal: status sebagai juara grup. Dengan koleksi poin sama-sama 10 poin hasil dari 3 kemenangan plus satu seri, kemenangan bakal membuat salah satu dari mereka lolos ke babak berikutnya sebagai jawara. 

Memang, hasil seri saja sudah cukup bagi Arsenal yang dalam laga ini bertindak sebagai tuan rumah. Mereka memiliki catatan produktivitas dengan surplus 9 gol. Sedangkan PSG hanya 6 gol. 

Tapi, sebagai manajer yang mendewakan permainan menyerang dan keindahan jauh lebih penting daripada substansi, Arsene Wenger tentu tak mau bermain hanya untuk hasil seri. Dia bakal menginstruksikan Laurent Koscielny dan kawan-kawan untuk memberi pelajaran kepada pasukan Unai Emery. 

Apalagi, urusan di antara kedua klub belum selesai. Kedua tim hanya bisa bermain imbang 1-1. Arsenal jelas semakin penasaran. Apalagi, dalam laga tersebut mereka seharusnya bisa memanfaatkan keunggulan dalam jumlah pemain setelah Marco Verratti mendapat kartu merah. 

Striker Arsenal Olivier Giroud juga mendapat kartu merah, namun itu setelah permainan memasuki masa injury time

Karena itu, dalam laga yang bakal dihelat di Emirates Stadium, kandang Arsenal, tersebut, tim tuan rumah tetap bakal penasaran menghabisi Les Parisiens. Ambisi tersebut bakal semakin berlipat karena di Liga Primer, klub London Utara itu mulai sulit meraih kemenangan.

Dalam dua laga terakhir, The Gunners hanya bisa bermain seri. Yakni saat melawan Tottenham Hotspur dan Manchester United dengan skor sama-sama 1-1. 

Upaya tersebut semakin terbuka karena PSG kerap kesulitan menghadapi tim-tim dari Inggris. Dalam 8 penampilan mereka di negeri Ratu Elizabeth tersebut, klub yang diakuisisi Qatar Investment Authority (QIA) itu hanya sekali menang. Sisanya, empat kali kalah dan tiga kali seri. 

Catatan statistik head to head PSG juga inferior terhadap Arsenal. Tim ibukota itu tak pernah mengalahkan Arsenal di kompetisi Eropa, hanya bisa meraih 2 kali seri dan sekali kekalahan. 

Satu-satunya masalah Arsenal hanya soal kondisi fisik Alexis Sanchez. Pers lokal Inggris menganggap Wenger memaksa pemain Chile tersebut untuk tampil menghadapi Manchester United, Sabtu, 19 November lalu.

“Jika kondisinya 100 persen, keputusan untuk memainkan seorang pemain sepenuhnya ada pada saya,” tegas Wenger seperti dikutip BBC. “Dan saya tidak pernah memaksa pemain untuk tampil di tengah kondisi yang buruk,” tambahnya. 

PSG lebih ambisius

Meskipun demikian, Arsenal tetap harus mewaspadai kebangkitan PSG. Raksasa Perancis itu memang mengawali kompetisi di Ligue 1 dengan tertatih-tatih. Kerukunan tim juga sempat terganggu dengan pernyataan tajam sejumlah pemain kepada Emery, manajer anyar yang didatangkan dari klub Spanyol Sevilla. 

Namun, pelan tapi pasti, 2 kali juara Europa League beruntun itu mampu mengembalikan PSG ke jalur kemenangan. Mereka tak terkalahkan dalam 9 laga kompetitif berturut-turut. 

Selain itu, safari mereka ke London juga tak banyak terganggu absensi pemain. Dalam daftar pemain utama, hanya Angel Di Maria dan Javier Pastore yang tak bisa diturunkan.

Dengan skuat yang gemuk, PSG masih bisa diperkuat bomber tajam Edinson Cavani, Jese, dan Lucas Moura yang menjadi trisula lini depan dalam format 4-3-3.

Kehadiran Blaise Matuidi dan Marco Verratti juga bakal membuat lini tengah PSG penuh tenaga. Para gelandang Arsenal seperti Granit Xhaka dan Francis Coquelin bakal diajak beradu stamina. 

Situasi itu membuat Wenger tak bisa menganggap enteng tamunya malam nanti. Jika Arsenal serius di ajang ini, meraih kemenangan adalah salah satu bukti sahih yang bisa dipercaya. 

Apalagi, QIA sebagai pemilik PSG terkenal sangat ambisius terhadap gelar juara, terutama Liga Champions. Jika Wenger adem ayem, siap-siap mereka akan tertunduk lesu di tengah para pendukungnya sendiri. —Rappler.com

 

 

Add a comment

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.