JAKARTA, Indonesia – Mungkin bukan rahasia besar lagi bahwa kenyataannya berolahraga adalah jalan terbaik untuk mengurangi berat badan. Tapi perdebatan tentang jenis olah raga apa yang tepat untuk mengurangi berat badan masih terus berlangsung.
Pilihan paling jelas adalah latihan daya tahan (endurance) yang biasanya dilakukan dengan intensitas sedang dan statis. Alasannya jelas. Karena tipe olah raga seperti ini membutuhkan banyak enerji ketimbang jenis latihan resistance.
Tapi yang lain juga masih mengutamakan pentingnya jenis latihan resistance dan bagaimana efeknya terhadap tingkat metabolisme mendasar (BMR) dan seberapa cepat tubuh bisa memetabolisme makanan.
Satu sesi latihan resistance bisa memicu kenaikan angka BMR terus-menerus dan akan bertahan hingga 48 jam setelah olah raga. Lebih lanjut lagi, kenaikan BMR yang telah diteliti selama 10 minggu antara latihan endurance dan resistance dan ini bisa membantu untuk mengawasi berat badan jangka panjang – pada tingkatan sel, jaringan otot lebih padat daripada jaringan lemak dan karena itu menjadi lebih “mahal” untuk dijalankan.
Alternatif lain adalah high-intensity interval training atau HIIT. Latihan dilakukan dengan instensitas rendah atau sedang tapi dengan beberapa gerakan pendek dengan intensitas tinggi. Biasanya jenis latihan ini dilakukan secara total.
Latihan ini juga dianggap lebih efisien secara waktu dan riset menunjukkan bahwa latihan jenis ini bisa membawa perubahan bermanfaat dalam fungsi metabolisme dan bahkan menurunkan lemak tubuh.
Tapi jenis latihan ini mungkin tidak bisa dijalankan oleh semua tipe orang karena jenisnya yang “meledak-ledak” dan lebih liar.
Sementara yang lain masih memilih untuk meningkatkan aktivitas keseharian mereka seperti berkebun, jalan ke kantor – daripada menjalani pola latihan olah raga secara rutin.
Can you keep up?
Tapi jawaban dari pertanyaan sebagai judul artikel di atas sebenarnya sederhana. Jenis olah raga terbaik untuk menurunkan berat badan adalah olah raga yang sudah pasti Anda bisa dan mau lakukan.
Beberapa orang tetap menjalankan kebiasaannya dan terus menikmati hidup. Tapi manfaat mengurangi berat badan sudah jelas adanya. Tapi semua juga tahu bahwa tingkah laku manusia sangat tidak bisa diprediksi jika terkait urusan kepuasan dan menikmati hidup.
Mungkin cara yang paling baiak adalah dengan mengombinasikan beberapa tipe olah raha untuk bisa merasakan semua manfaatnya. Bersamaan dengan itu, sangat diperlukan kesadaran mengenai asupan enerji yang harus diperhatikan karena kenyataannya, untuk sebagian besar orang, jumlah latihan yang tepat sangat diperlukan untuk mengurangi lemak.
Latihan berbasis penurunan berat badan juga sangat beragam pada tiap orang, tergantung individu masing-masing dengan faktor perilaku, bilogis dan genetik juga sangat menentukan.
Tapi menilai olah raga semata-mata karena efeknya terhadap berat badan juga bisa merusak makna olah raga itu sendiri. karena bagaimanapun juga, olah raga memiliki banyak manfaat lain selain sekadar menurunkan berat badan.
Manusia dirancang untuk banyak bergerak dan kita harus menghormati gen kit adan menerima segala risiko. Bisa dibilang, kita harus berhenti fokus pada pendekatan optimal saat berolahraga dan lebih melakukan pendekatan yang kita anggap “cukup baik”. – Rappler.com
Artikel ini pertama kali diterbitkan oleh The Conversation. Matthew Haines adalah Dosen Senior bidang Health and Wellbeing di University of Huddersfield
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.