Pesan sang ayah kepada Yusniar: Hati-hati dalam menggunakan aplikasi media sosial

Syarifah Fitriani
Pesan sang ayah kepada Yusniar: Hati-hati dalam menggunakan aplikasi media sosial
Tim kuasa hukum Yusniar meminta agar lebih banyak masyarakat yang memperhatikan kasusnya. Sebab, hasil dari kasus ini bisa mengancam kebebasan berekspresi di dunia maya

MAKASSAR, Indonesia – Terdakwa kasus penghinaan dan pencemaran nama baik anggota DPRD Jeneponto, Yusniar mengucap syukur ketika akhirnya melangkahkan kaki keluar dari Rutan Kelas I Makassar. Di luar rutan, Yusniar bersujud sambil berlinang air mata, karena tak percaya akhirnya bisa menghirup udara kebebasan walau sifatnya terbatas.

Yusniar kemudian mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, antara lain Koalisi Anti Kekerasan dan Kriminalisasi atau LBH Makassar, LBH APIK Makassar dan YLBH Makassar. Dia mengaku tidak akan bisa menyelesaikan masalah ini seorang diri. (BACA: Akibat curhat tanpa nama di Facebook, Yusniar mendekam di rutan Makassar)

“Atau mungkin saya pasrah saja terhadap apa yang menimpa saya saat ini, jika teman-teman semua tidak mendukung saya,” katanya sambil berlinang air mata pada Kamis, 24 November.

Ke depan, dia memastikan diri akan terus mengikuti persidangan lanjutan yang masih tetap berlangsung setiap pekannya. Selain itu, dia juga masih harus melanjutkan nafkah untuk keluarganya yang sempat ditinggalkan selama masa penahanan kemarin.

Begitu menjejakkan kaki dari luar rutan, Yusniar langsung berlari memeluk keluarganya yang sudah menunggu di luar. Nampak ada kerinduan yang mendalam yang dia rasakan.

“Saya akan menjaga kepercayaan majelis hakim, tim penasihat hukum dan keluarga saya. Saya akan kooperatif untuk ikut dalam persidangan,” katanya lagi.

Berhati-hati di media sosial

Keluarga kemudian langsung memboyong Yusniar pulang ke rumahnya di Jalan Sultan Alauddin Makassar. Dia kemudian dibonceng dengan menggunakan sepeda motor untuk menuju ke rumah.

Rasa syukur juga disampaikan oleh Ayah Yusniar, Baharuddin Situju. Walau dia dan keluarga berasal dari kalangan tidak mampu, tetapi melihat putrinya dibebaskan, Baharuddin melihat masih ada secercah keadilan.

“Senang sekali melihat anak saya pulang ke rumah lagi, meski kasusnya masih tetap berjalan. Namun, kami senang Yusniar bisa berkumpul dengan kami lagi. Paling tidak beban kami ini sedikit berkurang jika berkumpul bersama,” kata Bahar.

Di saat tengah bercengkerama dengan putrinya, Bahar berpesan agar Yusniar lebih berhati-hati ketika menggunakan aplikasi media sosial. Jangan sembarangan menulis uneg-uneg tanpa menyaring apa yang akan ditulis.

“Ini cukup menjadi pelajaran bagi Yusniar dan keluarga. Karena kadang kita ingin berbagi kesedihan atau kegembiraan dengan orang lain, tetapi disalah artikan oleh pihak-pihak tertentu,” katanya lagi.

Sementara, Ketua Tim Kuasa Hukum Yusniar, Abdul Azis Dumpa berpesan agar Yusniar memulihkan keadaannya pasca ditahan selama satu bulan. Tujuannya, agar saat menjalani proses hukum, dia tak lagi tertekan secara psikis.

“Apalagi Yusniar ini seorang ibu rumah tangga yang nota bene memang merupakan kelompok yang rentan dan membutuhkan perlindungan. Yusniar juga bisa membantu mengurangi beban ekonomi keluarganya,” kata Azis.

Dia berharap semakin banyak masyarakat yang memberikan dukungan dan perhatian kepada Yusniar. Sebab, proses hukum dalam kasus ini bisa mengancam kebebasan berekspresi dan berpendapat di dunia maya.

“Karena siapa pun bisa terseret ke ranah hukum seperti yang dialami oleh Yusniar,” tutur Azis. – Rappler.com

Add a comment

Sort by

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.