JAKARTA, Indonesia – Pencarian terhadap helikopter jenis Bell-412 EP nomor registrasi HA-5166 milik TNI Angkatan Darat yang hilang kontak sejak 24 November lalu mulai menemui titik terang.
Sejumlah warga di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, dikabarkan melihat tersebut helikopter terbang di atas desa mereka sebelum berputar sebanyak empat kali kemudian meledak.
“Ledakan terdengar saat helikopter jatuh di hutan di Desa Long Berang,” kata Komandan Kodim 0910/Malinau Letnan Kolonel Infantri Andy M Akad di Malinau, Minggu 27 November.
Menurut Akad keterangan ini disampaikan oleh Kepala Desa Long Berang, Kabupaten Malinau, Jesli Mugi yang mengatakan warga desanya melihat helikopter berputar-putar sebelum meledak.
Peristiwa tersebut, kata Mugi, terjadi sekitar 15.00 wib waktu setempat, Kamis 24 November. Ledakan didengar oleh warga yang sedang mencari kayu bakar di hutan, persisnya di lokasi air terjun Ruab, Badak Desa Nansarang, Kecamatan Mentarang Hulu.
Air terjun ini dikenal masyarakat setempat sebagai air terjun hantu. Kini fokus pencarian diarahkan ke lokasi air terjun tersebut. Pencarian melibatkan ratusan personel TNI dengan dibantu warga sekitar.
Tim pencarian jalur darat dipimpin langsung Akad bersama Kepala Polres Malinau AKBP Wiwin Firta YAP dengan membawa bekal dan logistik untuk 10 hari operasi.
Pencarian berlangsung berhari-hari karena medan sulit ditembus dan cuaca buruk. Situasi ini cukup menghambat laju tim meskipun mereka telah dibantu warga yang bertugas menjadi penunjuk jalan.
Helikopter Bell-412 EP ini lepas landas dari Bandara Juwata, Tarakan, dengan tujuan Pos Pengamanan Perbatasan Negara di Tanjung Karya, Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan.
Sampai saat ini belum diketahui nasib awak helikopter hahas tersebut.—dengan laporan ANTARA/Rappler.com
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.