Anies dan Djarot kompak kritik progam bagi-bagi duit Agus-Sylvi

Rappler.com
Anies dan Djarot kompak kritik progam bagi-bagi duit Agus-Sylvi
Bagi-bagi uang dianggap tak efektif mengentaskan kemiskinan

JAKARTA, Indonesia – Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Sementara (BLS) yang diusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono – Sylviana Murni kembali mendapat kritik.

Sebelumnya program bagi-bagi uang ini mendapat sorotan dari calon wakil gubernur petahana DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Menurut Djarot menggelontorkan dana secara tunai tidak akan efektif memangkas angka kemiskinan.

“Kami tidak ada program bagi dana tunai atau apapun itu karena menurut kami tidak efektif untuk mengentaskan kemiskinan,” kata Djarot usai berdiskusi dengan masyarakat di Rumah Lembang, Jakarta, Selasa 22 November 2016.

Pengalaman Djarot selama menjabat sebagai Wali Kota Blitar menunjukkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan pemerintah pada saat itu tidak efektif. Djarot menilai pemberian subsidi jauh lebih efektif mengurangi angka kemiskinan daripada membagi-bagi uang tunai.

Pemberian subsidi, Djarot mencontohkan, bisa dalam bentuk sekolah gratis dan transportasi yang layak serta murah sehingga pengeluaran masyarakat, terutama kelas bawah, bisa ditekan.

Setelah kritikan dari Djarot, kini program bagi-bagi uang duet Agus Yudhoyono-Slyviana Murni disorot oleh calon wakil gubernur DKI Anies Baswedan. Anies menilai janji memberikan uang Rp 1 miliar untuk setiap RW hanya gimmick.  

“Kalau ditanya programnya apa, bingung. Kalau perlunya Rp 2 miliar, ya Rp 2 miliar, kalau Rp 3 milar ya bisa. Jumlah RT dalam RW beda-beda. Nggak akan adil nanti kalau disamaratakan. Jangan anggap rakyat Jakarta tidak punya data,” kata Anies seperti dikutip dari media, Minggu 27 November.

Anies menambahkan angka Rp 1 Miliar yang dijanjikan duet Agus-Sylvi itu sebenarnya sudah ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. “Itu sudah ada di APBD semua kok. Angka itu Rp 1 miliar sudah ada,” Anies melanjutkan.

Calon yang disokong Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera ini menghimbau agar warga Jakarta tidak tergiur dengan nominal yang dijanjikan calon gubernur jika angka tersebut tidak disertai dengan program kerja yang nyata dan jelas. 

Janji pemberian uang tunai dijanjikan Agus Yudhoyono saat berkampanye di Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU), Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, pada Minggu 13 November lalu. Saat itu Agus berjanji akan menggulirkan program Bantuan Langsung Sementara (BLS).

Melalui program ini Agus akan menggelontorkan Rp 50 juta untuk setiap unit usaha. Jika ditotal, dana yang diperlukan untuk program ini mencapai Rp 1 triliun. “Kami alokasikan Rp 1 triliun untuk tahap awal dana bergulir,” kata Agus.

Menurut Agus alokasi dana untuk BLS ini bukan bagi-bagi uang. Sebab, dengan Rp 1 triliun, bisa menciptakan lebih dari 20 ribu unit usaha baru. “Tujuan kami jelas, yakni untuk mengurangi pengangguran dan menciptakan lapangan pekerjaan,” kata dia.

Sementara Sylviana Murni berjanji akan menggulirkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 5 juta setahun untuk warga lanjut usia (lansia) yang kurang mampu. Sylvi juga mengatakan akan menganggarkan Rp 1 miliar per tahun untuk RT/RW.

“Untuk RW-nya kita anggarkan Rp 1 M setahun. Untuk apa? Jika tidak digunakan ya balikin. Tapi, kalau ada masjid yang kurang bagus bisa dibangun pakai uang itu,” kata Sylvi. —dengan laporan ANTARA/Rappler.com

 

Add a comment

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.