Sepanjang 2016, 3 helikopter TNI AD jatuh

Rappler.com
Sepanjang 2016, 3 helikopter TNI AD jatuh
Dua helikopter TNI AD sebelumnya jatuh di Yogyakarta dan Poso

JAKARTA, Indonesia – Presiden Joko “Jokowi” Widodo menyampaikan duka cita atas jatuhnya Helikopter TNI AD di pegunungan di Malinau, Kalimantan Utara, pada 24 November lalu.

Empat penumpang dilaporkan masih dalam pencarian sementara satu orang lainnya, yakni co-pilot Letnan Satu CPN Abdi dilaporkan selamat. Sampai saat ini pencarian empat korban masih berlangsung.

“Berduka utk kecelakaan helikopter TNI AD. Semoga prajurit yg gugur dlm tugas dapat tempat yg layak di sisi Allah SWT & keluarga tabah -Jkw,” cuit Jokowi pukul 23.43 WIB, Minggu 27 November 2016.

Seperti diberitakan sebelumnya, helikopter Bell-412 EP milik Pusat Penerbangan TNI AD dinyatakan hilang sejak 24 November. Keberadaan helikopter tersebut baru diketahui pada Minggu, 27 November, sekitar pukul 14.22 WITA.

Tim SAR menemukannya di dalam jurang di dekat Desa Long Sunlit, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Sejumlah petugas telah menyasar ke lokasi kejadian dan mendapati co-pilot Letnan Satu CPN Abdi Darmain masih hidup.

Abdi Darmain saat ini sudah dievakuasi ke Tarakan. Sementara empat penumpang lain masih dalam pencarian. Kondisi medan berupa hutan lebat dan cuaca yang tak bersahabat mempersulit upaya pencarian.

“Setiap ada kesempatan terbuka di lokasi pencarian, semisal awannya bagus itu langsung dicari. Memang medannya sangat berat. Masih hutan lebat, ketinggian juga di atas 4.000 MDPL,” kata Juru Bicara TNI Wuryanto kepada media, Senin 28 November 2016.

Helikopter Bell-412 EP nahas ini lepas landas dari Bandara Juwata, Tarakan, dengan tujuan Pos Pengamanan Perbatasan Negara di Tanjung Karya, Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, untuk mengantarkan bantuan logistik.

Namun di tengah jalan, helikopter tersebut jatuh. Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut. Yang pasti, ini menjadi helikopter milik TNI AD ketiga yang jatuh sepanjang 2016. Berikut dua insiden sebelumnya:

Insiden Yogyakarta

BANGKAI HELIKOPTER. Bangkai helikopter bell 206 milik TNI Angkatan Darat yang jatuh di Sleman, Yogyakarta pada Jumat, 8 Juli. Foto: istimewa Helikopter Bell 205 A-1 milik TNI AD sedang melintas di langit Sleman, Yogyakarta, untuk misi pengamanan kunjungan presiden dari bandara Adi Sumarmo Solo menuju Adi Sutjipto ketika tiba-tiba jatuh di Dusun Kowang, Desa Tamanmartani, Jumat, 8 Juli 2016.  

Jatuhnya helikopter dengan nomor registrasi HA-5073 ini cukup mengejutkan karena penerbangan berlangsung normal. Namun, saat melintas di atas persawahan, bunyi mesin tiba-tiba menurun, membuat helikopter menjadi tidak stabil. Helikopter jatuh menimpa dua rumah warga. Tiga awak meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka berat.   

Insiden Poso

Pada 20 Maret 2016, helikopter milik TNI AD jenis Bell 412 EP nomor HA 5171 mengalami kecelakaan di Poso, Sulawesi Tengah, sekitar pukul 17.55 WITA. 

Helikopter buatan Amerika Serikat ini sedang menjalani Operasi Tinombala dengan Polri untuk menangkap kelompok bersenjata pimpinan Santoso di Poso ketika tiba-tiba petir menyambar mereka.

Akibatnya helikopter langsung terjun bebas dan jatuh di perkebunan Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir. 13 penumpang tewas seketika. Mereka terdiri dari 7 penumpang dan 6 crew. —Rappler.com

 

Add a comment

There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.