SEMARANG, Jakarta – Puluhan ribu orang dari 35 daerah di Jawa Tengah bakal mengikuti aksi unjuk rasa Bela Islam Jilid 3 yang akan digelar di Lapangan Monas Jakarta pada Jumat 2 Desember nanti. Mereka akan mulai bergerak pada Rabu pagi.
“Seminggu lalu kami sudah menyatukan pendapat. Intinya kami siap bertolak ke Jakarta untuk ikut demo 2 Desember,” kata Ketua Tim Advokasi Front Pembela Islam (FPI) Jawa Tengah Zainal Abidin Petir Zainal kepada Rappler, Selasa siang, 29 November.
Zainal memprediksi massa yang akan datang dari Jawa Tengah sekitar 15 ribu orang. Ia mengklaim mereka berasal dari 30 pondok pesantren dan sejumlah organisasi massa, seperti FPI, Pemuda Muhammadiyah, Hitzbur Tahrir, serta Gerakan Pemuda Kabah.
“Semuanya kami kerahkan buat mendesak pemerintah menahan saudara Basuki Tjahaja Purnama yang telah mengatakan agama Islam. Itu tuntutan kita sejak awal, tidak ada yang lain,” kata Zainal lagi.
Basuki atau Ahok dianggap menodai agama saat menyinggung surat Al Maidah ayat 51 saat berkunjung ke Kepulauan Seribu pada 27 September. Semula massa Islam, melalui aksi Bela Islam Jilid 1 dan 2 yang digelar pada 14 Oktober dan 4 November, menuntut agar Ahok diproses secara hukum.
Tuntutan tersebut telah dipenuhi. Polisi bahkan telah menetapkan Ahok sebagai tersangka kasus penodaan agama. Namun massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) tak puas. Mereka ingin Ahok ditahan.
Polisi sudah melarang massa dari daerah tak datang ke Jakarta pada 2 Desember. Namun Zainal mengatakan pihaknya tidak akan gentar dengan ancaman polisi. Ia justru menuding larangan tersebut melawan hukum dan menyalahi hak kebebasan berpendapat.
“Kapolda Jateng tidak punya hak apapun melarang warganya ke Jakarta. Jangan menvonis demo ganggu ketertiban umum,” kata Zainal. FPI, katanya, pantang mundur untuk menggalakkan aksi demonstrasi selama Ahok belum ditahan.
Soal kekhawatiran pemerintah bahwa demontrasi pada 2 Desember akan ditunggangi oleh oknum tertentu untuk melakukan makar, ia justru balik menuding pemerintah. Baginya, pemerintahlah yang salah karena kebijakannya selama ini telah ditunggangi oleh pengusaha.
“Seperti halnya jembatan penyeberangan yang malah dipakai memasang reklame, ini artinya pemerintah juga ditunggangi oleh para pengusaha. Lha wong kita yang mau membela malah dituduh-tuduh,” katanya.
Diminta iuran jutaan rupiah
Zainal mengatakan massa yang akan ke Jakarta tidak diwajibkan menyetor uang untuk biaya transportasi. Mereka diminta untuk menyumbang semampunya. Setiap orang, misalnya, boleh menyumbang Rp 20 ribu.
“Tidak ada yang memaksa, tapi mereka iuran. Malah yang menyetor Rp 10 ribu tetap kita terima sampai Rp 3- 5 juta. Buat subsidi silang sebagai akomodasi ke Jakarta,” kata Zainal.
Zainal mengatkan hanya para lelaki yang akan bertolak ke Jakarta. Jika ada kaum hawa yang tertarik, mereka disarankan tetap tinggal dan berdoa di rumah. “Laki-laki sajalah yang ikut,” tegasnya.
Massa dari Jawa Tengah ini akan mulai bergerak ke Jakarta pada Rabu pagi, 30 November. Gelombang keberangkatan diperkirakan mencapai puncaknya pada Kamis lusa.
Ada 30 bus yang sudah disewa, sedangkan lainnya ada yang bawa mobil dan naik kereta. “Bahkan, dari Purworejo sudah menyewa 20 bus,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Pemuda Muhammadiyah Jateng AM Jumai mengatakan sedikitnya ada 30 anggotanya yang siap berangkat ke Jakarta. Mereka berangkat dengan inisiatif sendiri.
“Tapi mereka membawa nama pribadi bukan organisasi Muhammadiyah,” katanya seraya menambahkan bahwa dirinya juga ikut bertolak ke Jakarta pada Kamis untuk mengawal demonstrasi.
Siap jatuhkan sanksi tegas
Kepala Polisi Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono mengatakan pihaknya tengah menelisik penyandang dana yang mendalangi demo 2 Desember.
Sementara untuk mengantisipasi kericuhan, ia telah meminta DPD Organda agar tidak memfasilitasi warga yang mau ke Jakarta. Tiap pengusaha bus sudah diminta tidak melayani permintaan peserta aksi yang ingin menyewa bus.
“Penggunaan bus wajib trayek. Setiap pengusaha angkutan darat sudah saya sosialisasikan bila perpindahan satu tempat ke tempat lain harus ada trayeknya,” tuturnya. —Rappler.com
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.