JAKARTA, Indonesia – Berawal dari film Filosofi Kopi, Rio Dewanto mulai menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pertanian.
Dan beberapa waktu yang lalu, ia memberikan dukungannya terhadap isu konflik agraria di Langkat, Sumatera Utara melalui akun Instagram pribadinya.
“Saya mempunyai concern yang sangat besar terhadap kondisi pertanian di Indonesia. Bahwa saya melihat masih banyaknya ketimpangan, masih adanya hak asasi mereka yang kurang diperhatikan oleh pemerintah,” ujar Rio Dewanto saat press conference di kafe Filosofi Kopi, Selasa, 29 November.
Rio juga menyayangkan adanya tindakan refresif yang dilakukan oleh pemerintah dengan menurunkan 1500 personel dan 32 eskavator untuk menggusur lahan para petani di Langkat, Sumatera Utara. Kejadian ini bahkan mengakibatkan 13 korban luka-luka.
“Seluruh tanaman-tanaman kami, dari 544 hektar yang dimiliki masyarakat, itu sudah tergusur 232 hektar. Tanaman kami sudah hancur,” ucap Sogi Indra, Ketua Departmen Hukum, Politik dan Keamanan Serikat Petani Indonesia (SPI).
Selain melakukan tindakan refresif, PT. PN, selaku pihak yang sedang bersengketa dengan para petani, diduga melakukan tindakan penutupan aliran air, listrik dan akses ke Desa Mekar, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Untuk menyelesaikan permasalahan ini, Rabu, 23 November, diadakan dialog yang dihadiri oleh Kantor Staf Presiden (KPS) Usep Setiawan, Komisi A, DPRD Sumatera Utara, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan pihak terkait.

“Kami sepakat menyelesaikan konflik ini. Sekarang status quo, lebih kurang tiga bulan, kami bikin status quo. Artinya perusahaan tidak akan melakukan penanaman kembali dan kami juga menahan sebelum selesai konflik-konflik agraria ini,” ucap Sogi.
Selain itu, para petani meminta agar perundingan masalah agraria ini dilakukan oleh BPN atau Bupati. Karena pihak PT. PN meminta agar perundingan masalah ini dibawa ke jalur hukum dengan melibatkan pihak Polres.
Sedangkan permasalahan ini, penyelesaiannya harus berdasarkan pendekatan sosial budaya. Oleh karena itu, Rio berkerjasama dengan Marasabessy and Parners Law Firm untuk mengawal proses sengketa agraria di Langkat, Sumut.
“Saya akan mengajak praktisi hukum, karena jujur saya kuliah hukum, namun tidak lulus. Jadi mengajak praktisi hukum Marasabessy and Partners untuk bersama-sama saya, kami mengawal konflik agraria di Langkat ini hingga tercapai penyelesaian yang berpihak kepada petani,” ucap Rio.
“Saya mendukung dan mengawal Serikat Petani Indonesia dan saya yakin Serikat Petani Indonesia lebih mengerti untuk menyelesaikan konflik ini,” tambahnya.
Bahkan jika diperlukan, Rio mengaku siap untuk mengawal dan mengawasi proses hukum sengketa agraria di Langkat, Sumatera Utara secara langsung.
“Bahwa konflik agraria ini masih banyak terjadi di Indonesia, memang satu di antara puluhan atau ratusannya lainnya, tapi saya akan fokus dulu untuk membahas konflik yang terjadi di Langkat, Sumatera Utara,” ungkap Rio. – Rappler.com.
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.