JAKARTA, Indonesia – Pengawalan terhadap aksi unjuk rasa yang diikuti sedikitnya oleh 250 ribu orang di Kawasan Monas ini tak hanya dilakukan oleh aparat Polisi, tapi juga oleh Pemadam Kebakaran.
Namun, tak seperti aparat polisi yang bertugas mengamankan aksi unjuk rasa, para petugas pemadam kebakaran bertugas memastikan pasokan air untuk pengunjuk rasa terus mengalir.
Untuk itu Dinas Penanggulangan Kebakaran Provinsi DKI mengirimkan 15 unit pemadam kebakaran. Mobil tersebut antar lain untuk dijadikan tempat wudu pengunjuk rasa.
“Kami menerjunkan 15 mobil pemadam kebakaran dari enam wilayah, masing-masing mobil telah dimodifikasi agar peserta doa bersama bisa mengambil air wudu,” kata Kepala Seksi Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan Sartono, Jumat 2 Desember.
Sartono mengakan mobil pemadam tersebut berkapasitas 10.000 liter hingga 4.000 liter air. Mobil tersebut telah dimodifikasi sedemikian rupa agar persediaan air tidak cepat habis.
“Berdasarkan pengalaman kami ketika aksi tanggal 4 November lalu, air cepat habis sehingga ketika doa bersama, mobil kami modifikasi,” ujarnya. Dia optimis persediaan air yang ada dalam mobil pemadam itu cukup untuk kebutuhan air wudu peserta doa bersama. —dengan laporan ANTARA/Rappler.com
There are no comments yet. Add your comment to start the conversation.